Di bawah Selimut

Dia tidak ingin tidur berselimut. Tidak sejak kejadian mengerikan itu. Bagaimana dia bisa lupa saat tiba-tiba selimutnya basah. Merembes ke bawah seprai dan juga baju tidurnya. Dia penasaran dan menyibak selimut. Cairan merah segar dengan bau anyir yang menusuk menyambut mata dan hidungnya. Di sampingnya, tubuh laki-laki yang baru saja mengucap ijab kabul untuk menghalalkannya kemarin, terbujur kaku. Dengan darah yang mengalir dari perutnya.

Sejak saat itu. Ya, dia tidak ingin tidur memakai selimut. Sedingin apa pun udaranya.

Bertahun setelahnya, dia kembali dipinang laki-laki. Dia berharap bisa menyembuhkan traumanya dan mencoba tidur berselimut.

Dia berhasil. Malam tadi dia tidur di bawah selimut dengan suami barunya.

Tapi, pagi hari dia mendapati tubuh suami barunya juga bersimbah darah. Di bawah selimut.

Dia berlari ke kamar mandi. Mencuci tangan yang merah oleh cairan anyir. Tapi warna merah itu tidak mau hilang.

Di cermin, dia melihat sosok dirinya sedang memegang pisau sambil tersenyum sinis.

#katakeenam #selimut #13mei2017 #5.06

Like what you read? Give Zakiyah Faqoth a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.