Sesuatu yang Ada

Aku berjalan,

Melihat bunga tumbuh di bahunya.

Iya, yang ku maksud bahu jalan.

Bukan bahu mu.

Aku memetiknya satu.

Dengan sangat hati-hati ku tarik dari akarnya.

Bukan hatimu yang kutarik, tapi bunganya.

Besoknya bunga itu menghilang.

Enggan lagi bertemu denganku.

Awalnya ku pikir bunga itu diciptakan untukku.

Namun harapanku terlalu melangit.

Bunga itu untuk sesiapa saja yang ingin melihatnya, bukan memetiknya.

Esoknya dengan perjalanan yang lain, aku melihat kembali bunga itu.

Bunga yang persis ketika ku lihat di bahu jalan yang lain.

Lalu sayup-sayup aku bertanya, “Hai, kenapa kau tak tumbuh kembali di tempat yang biasa ku lewati?”

Maka dengarlah jawabnya, “Karena aku bukan diciptakan untukmu, aku hanya bagian dari perjalananmu. Bukan bagian dari hidupmu untuk kau miliki.”

Aku tertunduk. Malu, karena harapan itu terlalu tinggi dan sebenarnya ketika aku berharap, maka semua seolah mengecewakan.

Padahal dunia tak pernah bekerja seperti itu.

13 April 2017

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Sarah Astro’s story.