Sesuatu yang Ada

Sarah N Aini
Apr 13, 2017 · 1 min read

Aku berjalan,

Melihat bunga tumbuh di bahunya.

Iya, yang ku maksud bahu jalan.

Bukan bahu mu.

Aku memetiknya satu.

Dengan sangat hati-hati ku tarik dari akarnya.

Bukan hatimu yang kutarik, tapi bunganya.

Besoknya bunga itu menghilang.

Enggan lagi bertemu denganku.

Awalnya ku pikir bunga itu diciptakan untukku.

Namun harapanku terlalu melangit.

Bunga itu untuk sesiapa saja yang ingin melihatnya, bukan memetiknya.

Esoknya dengan perjalanan yang lain, aku melihat kembali bunga itu.

Bunga yang persis ketika ku lihat di bahu jalan yang lain.

Lalu sayup-sayup aku bertanya, “Hai, kenapa kau tak tumbuh kembali di tempat yang biasa ku lewati?”

Maka dengarlah jawabnya, “Karena aku bukan diciptakan untukmu, aku hanya bagian dari perjalananmu. Bukan bagian dari hidupmu untuk kau miliki.”

Aku tertunduk. Malu, karena harapan itu terlalu tinggi dan sebenarnya ketika aku berharap, maka semua seolah mengecewakan.

Padahal dunia tak pernah bekerja seperti itu.

13 April 2017

Fiksi Mini Kengkawan

We want to make little stories great.

Medium is an open platform where 170 million readers come to find insightful and dynamic thinking. Here, expert and undiscovered voices alike dive into the heart of any topic and bring new ideas to the surface. Learn more

Follow the writers, publications, and topics that matter to you, and you’ll see them on your homepage and in your inbox. Explore

If you have a story to tell, knowledge to share, or a perspective to offer — welcome home. It’s easy and free to post your thinking on any topic. Write on Medium

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store