Bom Waktu Untuk Nona

ilustrator: dibalikbalik

“Bom Waktu Untuk Nona”

Melamar kebodohan
Untuk gadis kerut di penghujung seberang
Yang ada hanyalah amarah dan lari-lari berikutnya

Berisik selalu tentang keluar
Sedang diam membahasakan dalam
Sekeliling tidak penting
Kecuali di seberang

Bila jam menembak,
Biar kutarik pelatuknya
Agar jadi ledak
Seketika pesta pun usai
Menghambur semua lamunan agaknya telah lama basi

“Cepat! Cepat!”, di jalanan semua orang berlari
Kecuali dua kaki yang melangkah ke seberang

Agustus 2016

Like what you read? Give Alwan Ammar a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.