Dalam Menganggur
Jul 10, 2017 · 1 min read
Terlalu banyak rentan berserak,
Terlalu diam kian jadi cemas
Di jiwa,
Di jiwa kini sisa sebatang
Dari semua hari,
Kita selalu punya hari-hari terburuk
Milikku:
Ialah yang teranggur-lanjur jadi masam
Dipenuhi kecut bibir kau hanya subjek pada jendela
Diawal sepi pagi
Sampai berakhirnya sepi sore
Siapa bilang tidak terlahir sama sekali
adalah nasib terbaik?
Martir bangsat
Kau tidak tau tiada yang lebih buruk
dari tidak pernah ada barang sekali
Kita yang selama ini dipukul keadaan
Mundur sejenaklah lalu dalam kerumunan
Kita tidak terlahir untuk disapu gerak,
Hidup terlalu raya jika hanya untuk merangkak

