Tiket Kemana Saja

“Tiket Kemana Saja”

Tuan yang menjaja tiket kemana saja
kini telah berpulang
Meninggal satu lembar terakhir
Silah percuma bagi siapa layak
Seisi kota ramai berburu
Tapi tak satu menemu
Kemana tiket terakhir tuan simpan?

Di sudut kota,
Seorang anak sibuk melinting dengan kertas sembarang
Ditatapnya langit begitu teduh mulai mengadu:

“Kotaku bukan kotamu,
Orang-orang setiap hari berlari
Tapi tak satupun benar mengerti apa yang dicari
Mengapalah sibuk bepergian kemana saja,
jika disini senja selalu jingga-jingganya?”

September 2016

Like what you read? Give Alwan Ammar a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.