Wkwk , masalah klasik programer yg suka ngulik yaitu suka dilema 🤣.
Febrian Dwi Putra
1

Ini ngetik di hp pasti, gak ada enter enter nya hahaha. Btw hello mas, sudah lama tak bersua semenjak delete akun Facebook haha. Sebenernya menggunakan bahasa program apapun gak masalah sih, polygot, yang penting untuk menyelesaikan masalah, bukan malah menambahkan masalah.

Pakai PHP karena agar cepat selesai? Welcome. Menggunakan JavaScript karena produktif? Bagus. Komputer (dan bahasa program) dibuat kan untuk menyelesaikan masalah lah ya, atau setidaknya untuk mempermudah pekerjaan kita, jadi ‘mereka’ itu cuma tools, yang perlu kita kuasai adalah mindset kita. Kapan kita harus menggunakan A, B, dan C.

Kalau masalah spesialisasi, tentang fokus, realistis aja. As serious developer, we code for living. So, we see market demand. We specialize ourself to become A, because market need A. As long as we love what we do, we do the best to what we have choice.

Then, we go to higher-level, to management. Permasalahan nya udah bukan di level komparasi React vs Vue lagi, atau Ruby vs Python.

Eh terus jarang ngoding deh udah di level manager.

Solusi biar fokus adalah pura-pura fokus aja, sampai lupa kalau lagi pura-pura.