Teruntuk Tuan Hujan.

Kamu tahu, kamu itu membingungkan.

Kadang, kamu manis.

Kadang, kamu galak.

Kadang, kamu hanya diam dan menatap tajam.

Kadang, ucapan kamu meneduhkan.

Tapi kadang, ucapan kamu menohok.

Layaknya Hujan,

Kadang membawa sejuk dengan gerimisnya..

Tapi kadang, membuat diri ini enggan bersentuhan dengan Hujan, karena petir yang menyeramkan.

Teruntuk Tuan Hujan,

Bagaimana harimu, hari ini?

Apakah kamu sudah menyadarinya?

Menyadari bahwa ada hati yang selalu berdoa setiap harinya,

Berdoa, Hujan hari itu tidak perlu disertai petir..

Setiap harinya berharap…

Hujan hari itu akan teduh, dan sejuk.

Karena dengan teduh dan sejukmu,

Hati itu percaya,

Kamu baik-baik saja 😊