Segalanya Sedang Menunggumu

Sajak terjemahan David Whyte

Terinspirasi dari M Aan Mansyur dengan postingannya yang berisi terjemahan sajak — sajak asing, saya pun tergugah untuk melakukan hal yang sama. Kali ini saya berusaha menerjemahkan salah satu sajak pilihan dari David Whyte. Entah mengapa, untuk saya, ia dan Aan Mansyur memiliki kemiripan dalam sajak — sajaknya.

Yah, saya memang tidak terlalu berpengalaman untuk menerjemahkan, tapi satu hal yang saya tahu bahwa melakukannya tidak hanya sekedar mengubah kata — kata. Oleh karena itu, saya berusaha “menerjemahkan” sajak ini, agar pembaca yang tidak terlalu mengerti Bahasa Inggris bisa menikmatinya, dan sedikit bisa menghibur kesedihan karena merasa sendiri, seperti saya. Judul asli daru sajak ini adalah Everything is Waiting for You


Segalanya sedang Menunggumu

Kesalahan terbesarmu adalah melakoni drama
seolah-olah kamu sendiri. Seolah hidup adalah kejahatan yang terus terjadi dan licik tanpa saksi akan pelanggaran kecil tersembunyinya

Merasa terbuang berarti menolak kehangatan sekitarmu. Bahkan kau, kadang, merasakan pertempuran besar; kehadiran yang membengkak, dan refrainnya, menghajar suara tunggalmu

kamu harus ingat bagaimana piring sabun membantumu,
atau kancing jendela membebaskanmu. kewaspadaan adalah hikmah dari kebiasaan Anak-anak tangga adalah pembimbingmu untuk hal-hal yang akan datang, pintu-pintu selalu ada disana untuk kau tinggalkan dan tuju, dan suara lirih di telepon adalah tangga khayalan menuju Tuhanmu.

Letakkan beban kesendirianmu dan ringankan ia menjadi percakapan. Teko itu menyanyi bahkan ketika ia sedang menuangkanmu minuman, panci telah meninggalkan sikap menyendirinya yang arogan dan akhirnya melihat kebaikan dalam dirimu yang paling kecil 
Semua burung dan ciptaan di dunia ini adalah diri mereka sendiri tanpa perlu diucapkan. Segalanya sedang menunggumu.

— David Whyte

Semoga anda yang sedang merasa sendiri bisa sedikit terhibur, dan bersyukur :-)