KAMU LIBERAL,YA JANGAN NGAJAK KAMI

Akhir-akhir ini banyak tulisan atau artikel kaum liberalis yang sejatinya malah menggiring umat islam-pada khususnya dan masyarakat pada umumnya-ke arah ambiguitas dalam persepsi terhadap fatwa ulama. Berbagai kepentingan terselubung ikut menyertai ihwal serta uraian tersebut. Yang jika seksama kita perhatikan, indah pada pemilihan kosa kata dan susunan kalimat. Namun menjerumuskan pada akhirnya. Misalnya dalam menyikapi berbagai saran atau nasehat ulama seputar perayaan tahun baru kemarin.Dan kita akan coba berargumentasi secara imajinatif dengan para penulis liberal tersebut.

Mereka ini para penganut pemahaman sempit soal artikulasi,kontekstual,arti harfiah kalimat akan teks-teks yang jadi bacaan publik di media.Malah banyak menyemburkan contoh-contoh absurd perihal "keanehan" fatwa atau nasehat ulama.Yang satu sama lain jika difikir dengan akal dan iman, tentunya mampu membuat kernyitan bertambah di dahi.

Sebagai contoh paling kekinian, adalah soal terpilihnya salah satu grup rock asal tanah air sebagai "Duta Santri". Suatu hal yang sampai tulisan ini dibuat belum mampu masuk ke logika-apalagi iman-saya sebagai penulis. Bagaimana mungkin sekelompok anak muda yang masih berkutat pada bidang yang dilarang oleh hadis-hadis shahih,justru dijejalkan oleh pemerintah sebagai perwakilan atau role model santri.

Apa arti harfiah santri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia? 1.orang yang mendalami agama Islam; 2 orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh.Nah dengan sedikit mengambil ilmu om gugel tersebut. Jelaslah sudah ada pembiasan makna soal anugrah "Duta Santri" yang kemarin ramai dibahas di temlen masyarakat netizen.

Seorang Santri adalah seorang yang menjalankan agama secara sungguh-sungguh. Seorang saleh yang mendalami ajaran agama Islam.Jika ada fatwa ulama terkait perlunya generasi gadget sekarang ini mencontoh seorang santri. Maka halimun kebingungan akan turun menyelimuti pikiran yang diberi nasehat.

Kemudian,soal pemilihan pemusik sebagai "Duta Santri" sendiri,ada kerancuan dan tabrakan dahsyat logika. Saat hadis Nabi Muhammad Saw menjadi suatu keajegan untuk menjalani hidup. ”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.”(HR.Bukhari No.5590).

Bagaimana mungkin seorang santri menjadikan Duta terpilihnya dari kalangan yang disebutkan diatas? Lantas,jika belum berhasil masuk dari logika diatas,maka golongan celaka para liberalis berselendang kemunafikan ini akan menyerbu dari tataran kalimat.Kan semua produk sekarang adalah produk bangsa kafir?Jadi suatu hal yang sangat sulit menegakkan yang Haq seperti anjuran para Ulama.

Seperti diketahui,bahwa Internet memang ditemukan oleh Leonard Keinrock pada 29 Oktober 1969.Di Amerika.Yang diikuti oleh idiom world wide web atau www-yang sampai sekarang merupakan suatu pola baku di ranah dunia maya-oleh Tim Berners Lee di awal 1980-an.Dan yang fenomenal adalah Facebook sendiri sebagai turunan dari kedua hal diatas.

Adalah Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard University yang memperkenalkan media sosial "halaman muka" untuk mempermudah jejaring sosial yang dibentuk saat di kampusnya dulu pada 24 Februari 2004.Dan semua hal penemuan tersebut diatas memang saat sekarang dinikmati oleh hampir sebagian besar penduduk planet bumi.Data terakhir menyebutkan bahwa hampir 1,3 milyar orang memiliki akun Facebook.Walau bercampur yang real dan fake.

Tidaklah jujur mereka para penulis munafikun ini dalam bersikap. Ketika Ulama yang jelas-jelas sebagai pewaris Nabi mencoba mengingatkan Umatnya agar berhati-hati menggunakan produk-produk tersebut diatas.Bukan melarang,tapi lebih pada kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia maya dengan kewajiban ibadah 5 waktu yang jadi keharusan bagi muslimin.

Jika saja mereka lebih jujur,Mark Zuckerberg sendiri justru mengapresiasi ilmuwan-ilmuwan Muslimin sebagai penggagas dunia modern yang sekarang kita sedang nikmati ini.Coba lihat komentarnya tentang Ibnu Khaldun.Dengan bukunya "Mukadimmah" Mark sendiri berpidato saat didaulat sebagai tokoh yahudi paling berpengaruh abad ini. "Tak terbantahkan lagi merupakan karya terbaik yang pernah dibuat sepanjang masa," Ujar Mark Zuckerberg.Jadi yang lebih sesat dari seorang tokoh yahudi abad ini siapa?Ya mereka-mereka itu yang mengaku beragama islam,tapi pandir soal sejarah agamanya sendiri.

Mereka justru cenderung menyalahkan "gaya komunikasi" ulama dalam menyampaikan nasehat.Yang jika ditinjau ulang dengan akal pikir yang waras,tentunya akan kembali terjerembab dan tersungkur oleh dalil logika dan iman.Mereka menitikberatkan pada perkataan "jangan" yang menjadi awal mula nasehat seorang ulama.Jangan dekati zina,jangan minum-minuman keras.Jangan memakan harta riba.Itu yang mereka persoalkan.Dan sadarkah mereka semua itu?Perkataan tersebut, aslinya bukan merupakan perkataan ngasal seorang ulama.Itu adalah kalam Illahi.Firman Allah SWT dalam AlQuran.

Coba kalian buka QS 17.32 soal zina,QS.2.219 soal khamr dan QS 2.276 - 2.278 soal riba.Apakah salah jika seorang Ulama mengingatkan perintah dan larangan Allah SWT soal tersebut? Kalau mereka anggap angin lalu ya itu kembali pada pribadi masing-masing,bukan malah ikutan membuat ummat ragu dan bimbang. Jika belum mampu menjadi singa Allah SWT dalam membela agama islam, setidaknya janganlah menjadi anjing yang menggonggong khalifah yang sedang kebingungan.

Masih belum puas juga,mereka terus memelintir kebenaran dengan langsung menyerang pribadi Ulama tersebut. Sebagai anti thesis dari doktrin yang sering dianjurkan. Sebagai ulama yang bergaya hidup hedonis dan tinggal di menara gading.Saya hanya berfikir,apa yang keliru dengan yang namanya rejeki?Dan itu merupakan hak preogratif Allah SWT terhadap Hamba-hambaNYA. Jika ada seorang ulama hidup berkecukupan dan memakai semua perkakas modern.Seperti mobil merk Rubicon,E-class misalnya. Ketahuilah bahwa setiap anak cucu bani Adam pasti menginginkan anugrah rejeki seperti itu. Dan sayangnya,tidak setiap orang dapat rejeki seperti yang dimaksud diatas.Karena itu sudah merupakan Sunatullah.Dan pasti ada makna esoteris yang dapat diambil.

Jika seorang ulama datang dengan kendaraan umum, berpakaian lusuh,bau keringat dan bertampang lelah karena jepitan derit kehidupan. Kalian pasti nyinyir lagi.Dengan mengatakan bahwa, bagaimana nasehatnya mau diikuti, dianya saja sudah jalankan perintah dan larangan Allah SWT secara baik dan benar,hidupnya susah. Ngeblangsak kalau orang betawi bilang. Ya kalau kalian hanya mencari lemahnya saja dari setiap persoalan.Itu bukan kritis. Bukan pula bertanya.Tapi lebih pada iri,hasud dan dengki. Yang sampai langit menjadi lelehan perak sekalipun,kalian tetap akan bersifat seperti itu.

Terakhir,saya hanya mengingatkan. Terutama pada diri saya sendiri. Jadilah kita ini sebagai penulis. Yang selalu bangga dengan identitas kita sebagai muslim. Sebagai umat terbaik yang pernah diturunkan. Karena, percayalah. Apa yang kita sampaikan ini kelak akan diminta pertanggung-jawaban kelak di akherat.

--LH

Like what you read? Give L.Hākim a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.