Pencuri Kabel SKKL Lintas Pulau

•Background

Perairan Bangka Belitung kembali menjadi sasaran sindikat pencurian kabel bawah laut. Kejadian ini diulangi kembali oleh kelompok yang dipimpin oleh K, warga pendatang asal Propinsi Lampung yang berdomisili di Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat
K sendiri merupakan pemain lama dan pernah melakukan hal serupa di medio 2013 yang lalu di seputaran pantai tuing kabupaten bangka,pantai tanjung beriga kabupaten bangka tengah,pantai gusung toboali kabupaten bangka selatan serta di kabupaten belitung di 2015 yang lalu.

Pergerakan sindikat pencuri kabel ini kini agak bergeser ke arah barat, tepatnya di pantai Tanjung Ru desa Bakit kecamatan Paritiga Kabupaten Bangka Barat.Dalam beroperasi kali ini,mereka tetap menggunakan pola yang sama,yakni mempekerjakan etnis2 tertentu seperti kelompok penyelam dan kelompok yang tanggung jawab terhadap kapal. Sedangkan suku yang sebangsa dengan K dipercaya sebagai rantai komando yang mengatur design kelompok,saat boss K me-remote aksi tersebut dari tempat lain.Agar kegiatan kelompok ini sedikit tersamarkan, mereka sering berkumpul di rumah K di paritiga jebus yang berfungsi juga sebagai tempat pengepul barang bekas. Gerombolan ini juga kerap menyewa kapal nelayan yang biasa digunakan sebagai kapal penangkap ikan dalam aksinya.

Menurut pengakuan salah satu pekerja yang diwawancarai, kabel-kabel serat optik ini diambil dari tengah laut.Dan diduga memiliki koordinat tertentu,yang memudahkan mereka memangsa tumpukan kabel yang berserakan di tengah laut.Antara kepulauan Babel dan Kepulauan Riau, Kabel tersebut merupakan kabel Serat Optik milik penyedia jasa Telekomunikasi Seluler, yang berada didasar laut. 
Kabel Serat Optik itu disinyalir dijarah oleh kelompok K, tanpa izin dari pemiliknya atau pejabat yang berwenang.Kabel yang dicuri itu menurut perkembangan terakhir, ditenggarai milik salah satu operator telekomunikasi, namun berdasarkan kabel optik yang diamati di lokasi identik milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menghubungkan SEAMEWE 3 – Asia Pacifik Cable Network, yang digelar dari Singapore ke Indonesia.

•Bagaimana cara kelompok ini bekerja?

Menurut penuturan pekerja saat kejadian pembakaran kabel di 2013 yang lalu di pantai gusung toboali Bangka Selatan,mereka bekerja atas dasar pesanan koordinat tertentu. Yang sudah disepakati oleh jaringan maling kabel ini sebagai titik 'teraman' untuk aktifitas pencurian asset negara tersebut. Sebagai contoh kata sumber, titik 2 47 165s 1o71 477e ujung satu 49 479 12 214.R*** 2 pertama 3 mil 150 detik,ke 2,4mil 250 detik ke 3.3mil 350 detik.Yang mengartikan bahwa nakhoda tersebut akan mengarahkan kapal ke titik tersebut,”Jelas sumber.

Kemudian langkah selanjutnya adalah mereka memakai jasa tenaga penyelam yang menyelam di kedalaman hingga 30 – 40 meter sesuai dengan perairan atau letak kabel SKKL yang berada di rentang segitiga antara singapura - Batam - bangka belitung.
Potongan kabel yang telah terputus tadi diberi pelampung sebagai tanda, untuk kemudian para penyelam kembali melakukan pengikatan kabel tersebut.Di atas kapal sudah menunggu anggota sindikat lain yang menyiapkan gerinda (alat pemotong) dengan mata pisau berukuran diameter 50-70cm untuk kemudian memotongnya hingga berukuran 1 s/d 5 meter.

Dilanjutkan oleh sumber, setelah mereka mendapatkan beberapa ratus potong kabel yang dituju.Maka mereka akan segera menepi ke beberapa pantai di pulau Bangka yang telah disepakati sebelumnya. Dalam kejadian di awal Juni 2016 ini adalah pantai tanjung ru desa Bakit paritiga kabupaten bangka barat. Kemudian tumpukan kabel yang sehabis dipotong ini dibakar dengan menggunakan solar untuk melelehkan plastik keras yang membungkusnya.Oleh para pekerja yang mengaku mendapat upah Rp 4.000/potong, untuk mengupas kulit bagian luar kabel itu.
Pekerjaan ini dilakukan sekitar pukul 02.00 wib dinihari sampai menjelang pagi.Disaat yang sama mereka menyiapkan sedikitnya sekitar 10 sampai 20 pekerja yang secara otomat menguliti kabel yang telah dibakar.

Setelah semua kabel terkelupas dan isi jeroan kabel tersebut dapat diangkut ke dalam truk,mereka akan segera mengirimnya melalui jalur darat ke pelabuhan resmi. Langkah terakhir yang dilakukan, lanjut sumber adalah dengan memilih waktu yang tepat untuk ‘meloloskan’ puluhan ton jarahan tadi melewati pemeriksaan petugas. Dengan kamuflase tumpukan tadi disamarkan dengan campuran barang bekas.

•Apa saja yang dirugikan oleh aktifitas pencurian ini?

Menurut Kepala Desa Bakit, aktifitas pencurian ini sudah berlangsung lama dan dilakukan sangat rapi oleh salah satu pengusaha besi bekas tersebut.Jadi bisa dibilang perbuatan mencuri terang-terangan kelompok K ini sudah demikian akut dan menggurita.Karena sejak tahun 2013 yang lalu,dan sampai saat ini masih dengan terbuka mencuri asset negara yang diaku sebagai milik singkek tersebut.

Salah satu narasumber di penyedia jasa kontraktor pemasangan kabel mengatakan bahwa,akibat perbuatan ini negara bisa dirampok dengan nilai sekitar 850 Milyar rupiah.Darimana angka tersebut didapat? Dari jumlah investasi yang didapatkan oleh kantor sumber saat pemasangan pada 2009 yang lalu.Kemudian dijelaskannya, bahwa Sea Me-We 3 itu punya perusahaan tertentu, dan disebut B3JS.Namun sumber itu memastikan,bahwa titik koordinat yang ditunjukkan seperti koordinat yang ada diatas sebelumnya itu adalah kabel B2JS.

Sea ME-WE 3 tadi dipasang oleh salah satu penyedia jasa pemasangan SKKL ,dan biasa diberi kode B3JS. Sementara kabel SKKL yang disinyalir dirusak oleh kawanan tersebut adalah, B2JS kalo lihat koordinatnya. B2JS (Batam-Bangka-JKT-SING) sendiri dipasang 3 tahunan yang lalu.

Analisa antisipasi

Kemampuan kelompok ini dalam mendapatkan peta koordinat letak kabel patut dipertanyakan.Karena kalau hanya berpegangan pada mulut manis milik K,dipastikan dunia akan tertipu.Dimana ada barang milik opa-oma atau singkek sekalipun yang dapat dengan mudah diketahui untuk diambil?jika tidak ada keterangan atau informasi dari pengguna jasa atau setidaknya yang berkepentingan disitu?

Lagipula serat optik yang ada di kabel SKKL ini memiliki kandungan tembaga yang tidak signifikan.Dan memiliki resiko yang tidak sebanding jika kita benturkan pada pekerjaan K sebagai pedagang besi tua. Bisa jadi hasil rampokan ini ditampung oleh penampung tertentu?Yang sudah disepakati oleh sindikat.

Jika kita memakai Analisa terbalik,kalau pekerjaan yang dilakukan K adalah dibolehkan oleh negara,oleh aparat hukum yang waras dan bernasionalisme tinggi, maka dipastikan serentak laut penuh oleh pekerja dan pengepul barang bekas yang ingin memiliki gaya hidup mewah milik K. Dan laut itu juga di sepanjang gelaran kabel yang membentang sepanjang 1000 km dan 1330 km akan ramai seperti pasar kalau semua pemain barang bekas memegang koordinat seperti kelompok ini.

Jaringan pencoleng canggih ini bukan hanya memiliki teknis khusus,market yang khusus,namun juga kelompok ini adalah berguna bagi mastermind yang mendirect kelompok ini.Berguna saat ada pekerjaan lebih besar sudah menanti mereka di kantong-kantong APBN. Semoga para penegak hukum selalu diberi kekuatan oleh ALLAH SWT,karena jika saja mereka mengikuti tarian kejahatan yang dipertontonkan secara terang2an dan menantang ini.Maka dipastikan pribadi-pribadi yang bersih dan benci dengan perbuatan jahat,akan bereaksi sedemikian rupa.Untuk menghentikan dengan segenap daya dan upaya yang dipunya,walau resiko yang dihadapi tidak kecil. (LH)

Like what you read? Give L.Hākim a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.