Time And Space

The Script
Sep 4, 2018 · 1 min read

Setelah obrolan panjang tentang diri sendiri dan dunia di sekitar mereka, selepas nafas-nafas sesak disela-sela tangis yang sudah terlalu lama dikulum dibalik lidah, mereka duduk dalam diam. Masing-masing punya pertanyaan yang terlalu menakutkan untuk didengar diri sendiri bahkan untuk diucapkan.

You know.. when you feel like there is a place in this world where your soul can rest peacefully ?”

“Where?”

“Here.” Katanya tenang sambil tersenyum.

Dimana seseorang tidak akan mengingat waktu, perasaan yang tertinggal dan semua yang belum selesai. Tempat beristirahat yang aman. Dimana sepasang tangan dan sebuah pelukan berarti lebih dari sekedar kemunculan tapi kehadiran yang melampaui jarak dan suasana. Siapapun adalah orang yang beruntung saat menemukan seseorang yang mana mereka bisa merasa aman hanya dengan mengingatnya.

Do you think it will ever stop ? Loving me, I mean.”

“No.”

“You’ll always be here, in my life, as something –“

“Well, we’ve loved each other, that is something nobody and nothing can take.”

Seseorang yang selalu punya sudut tersendiri di hidupmu. Tersimpan rapi, tanpa cela disana. Sesaat dia tertawa setelah menyadari kalimatnya sendiri.

You are right. Love transcends time and space.”

Dan si pendongeng itu benar, saat seseorang telah menyentuh inti hatimu, orang lain hanya menemukan kemungkinan-kemungkinan.

I am always gonna love you.”

Rasanya seperti memohon pada dunia untuk menjadi sedikit lebih ramah perihal mereka berdua. Sedikit lebih ramah atau setidaknya sedikit lebih mudah.

The Script

Written by

i write tales, one poem at a time