Ketinggian Diri
Ada kalanya seseorang mampu beribadah di dalam sunyi tanpa dimotivasi manusia, tanpa butuh pujian dan tepukan tangan. Pribadi ikhlas seakan melekat dan dengan Tuhannya ia dekat.
Tapi ternyata dia bukan mukhlisin, dia hanya seorang narsisin. Semua dia lakukan untuk berbangga diri, untuk memuji diri sendiri. Seorang diri yang mampu beribadah kepada Tuhannya tanpa perlu dorongan manusia, tapi sayangnya ia juga tak mengajak selain dirinya sendiri.
Ia nikmati dirinya yang merasa tinggi dan terhadap yang lain, ia seakan mencaci. Tak ada yang lebih parah dari ini karena ia menuhankan diri sendiri, bahkan sebenarnya ia pun tak tahu siapa Tuhan yang diibadahi.
Sujudnya hanya berbekas di dahi, berdirinya hanya berbekas di kaki, rukuknya tak sedikit pun menundukkan hati. Selepas salam ia lagi-lagi hanya memuji diri.
‘Akulah yang paling mengerti, akulah yang paling tinggi untuk urusan ukhrawi’. Seiring jalannya waktu, manusia pun mulai terkagum dan memuji. Dan ia pun diam-diam bergembira hati. ‘Kini orang menaruh puji dan bersimpati’. Tetap ia tak sudi yang lain mengikuti. ‘Biarkan yang lain dalam kebejatan dan akulah yang paling suci’.
Dialah narsis sejati. Tak ada yang lebih parah dari ini karena inilah iblis sejati. Menipu manusia dengan melupakan aib diri. Ia kan tersesat sampai mati.
Tak ada obat hati selain ia memohon ampun dan mengingat bahwa semua kebaikan yang dia lakukan hanyalah atas dasar hidayah, kekuatan dan kemudahan yang diberikan Tuhannya. Ia harus terus mengingat akhir hidupnya kelak, ia harus bersyukur atas hidayah dan mengajak jiwa-jiwa lain dalam kebaikan.
Kita memohon lindungan padaNya dari sifat ketinggian diri. Dari sifat memuji diri dan mendengarkan pujian dari bisikan hitam di hati.
Begitu juga dengan tulisan ini. Adakah ini berharap akan pujian atau jempol atau love darimu? Sebegitu pentingkah pujian pembaca? Ataukah sebaiknya kuhapus saja tulisan ini? Tapi tidak. Semoga ini menjadi catatan diri yang kelak kan dibaca lagi saat diri ini lalai. Semoga tulisan si bodoh ini bermanfaat dan menjadi kebaikan bagi siapa saja yang memuja diri.
