Pelajaran Sukses Dari Michelangelo

Michelangelo adalah salah satu artis favorit saya.

Bagaimana tidak, dia dapat menciptakan lukisan , patung dan juga design bangunan yang indah.

Saya berpikir, bagaimana orang seperti dia berpikir menggunakan otaknya?

Apakah orang zaman dahulu cara berpikirnya berbeda dari orang sekarang, sampai sampai dia dapat mengeluarkan kata kata yang saya rasa sangat menganggumkan.

Di bawah ini adalah beberapa kalimat yang pernah diucapkan oleh Michelangelo.

Jangan pikirkan kalo kamu menetapkan tujuan terlalu tinggi dan gagal. Tapi pikirlah kalo cita cita mu terlalu rendah dan dapat mencapainya.

Kebanyakan kita takut untuk menetapkan cita cita terlalu tinggi, karena merasa diri tidak pantas untuk mendapatkan yang lebih dari hidup ini.

Tidak salah jika kita berpikir seperti itu karena sewaktu kecil kita terus dicekoki dengan kata kata “Jangan mimpi ketinggian, nanti kalo jatuh sankit banget lho”

Seperti kata Michelangelo di atas, kita tidak perlu memikirkan bagaimana cara kita mencapai cita cita kita yang menurut kita sendiri atau orang lain adalah tinggi.

Jika kita gagal untuk mendapatkan apa yang kita impikan, maka kita tidak akan malu karena gagal.

Pola pikir yang harus kita perbaiki saat berbicara tentang cita cita adalah bukan seberapa tinggi atau besarnya, namun bagaiman proses kita untuk mendapatkannya.

Saya adalah orang yang suka pertumbuhan, terkadang saya ga suka sama tanaman karena ga lagi melihat betapa cepatnya tumbuhan itu berkembang.

Saya senang saat tanaman yang saya tanam di dalam pot mulai dari biji sampai tinggi kaki, tapi saya sudah mulai bosan saat pertumbuhannya ga secepat dulu lagi.

Mungkin hal ini adalah ciri umum dari manusia.

Saat kita menetapkan tujuan, lalu melihat progressnya cepat dan hasilnya dapat kita lihat, maka kita akan selalu berusaha lagi dengan penuh semangat.

Namun saat, hasilnya stabil dan tidak menunjukan progress yang signifikan, maka kita akan mulai bosan, dan mulai lengah lalu yang terjadi, adalah bukannya peningkatan yang terjadi, namun kegagalan-lah yang menghampiri kita.

Boleh saja kita menetapkan tujuan yang tinggi, bahkan buat cita cita mu berbeda sehingga belum ada orang di dunia ini memikirkannya.

Yang terpenting adalah apa yang kita impikan dan cita cita-kan.

Semakin tinggi semakin bagus.

Bukankah kita akan merasa lebih puas saat mencapai cita cita yang tinggi daripada mencapai cita cita yang rendah?

Saat kita membidik bulan dan meleset, pasti melencengnya ke bintang yang ada di sekitar bulan tersebut, namun saat kita membidik menara atau tiang listrik, maka melesetnya paling hanya ke pohon pohon di sekitarnya.

Tinggi mana bintang atau pohon?

Selalu Berikan yang Terbaik dari Dirimu

Kita semua tidak memberikan 100 persen apa yang dapat kita lakukan.

Termasuk saya.

Dulu waktu saya makan, saya selalu menyisakan yang paling enak belakangan untuk dimakan.

Saya rasa kamu juga begitu ya?

Nah, pola makan seperti ini entah saya dapat dari mana?

Setelah saya berpikir lama sampai udah tua kayak sekarang, kenapa saya selalu menyisakan makanan yang paling enak belakang untuk saya nikmati?

Rasanya akan sama saja, cuma beda waktunya saja.

Jika kita menerapkan pola makan yang saya lakukan dalam hidup kita, maka kita tidak akan pernah merasa bahagia di dalam hidup ini.

Misalnya begini, saat ada ide bagus yang muncul dalam pikiran kita untuk proyek yang kita lakukan saat ini, maka kita akan selalu menundanya.

“Menunggu waktu yang tepat” Pikir kita.

Namun biasanya yang terjadi pada saya adalah, ide bagus tersebut akan hilang dan tidak pernah saya gunakan, karena saya sudah terlanjur mengerjakan proyek selanjutnya.

tapi saya masih berpikir, mungkin akan ada waktu untuk menggunakan ide tersebut lagi.

Tapi Kapan???

Ide tersebut keburu hilang entah kemana atau mungkin tidak pernah kita gunakan karena kita keburu dipanggil Tuhan.

Berikan yang terbaik dirimu.

Entah itu dalam pekerjaan, entah itu dalam hubungan, entah itu dalam hal hal kecil dalam kehidupan kita sehari hari.

Menunda hal baik adalah hal yang tidak baik.

Menunda hal yang baik akan menjadi buruk, karena menunda berarti kita melewatkan kesempatan.

Jika kita mampu untuk melakukan hal terbaik yang kita dapat lakukan sekarang, maka lakukanlah saat ini juga.

Ga usah menunggu waktu yang tepat, karena waktu yang tepat untuk melakukan kebaikan itu ga ada, selain saat ini juga.

Begitu juga dengan bekerja, saat kita bekerja setiap harinya, berikan tenaga, pikiran dan waktu kita 100 persen.

Kita ga akan tau malang dan keberuntungan akan menghampiri kita.

Jika kita melewatkan kesempatan untuk melakukan hal hal terbaik yang dapat kita lakukan, maka kemungkinan penyesalan akan menghampiri kita.

Pikiran ini muncul saat Michelangelo membuat patung.

Saat dia membuat patung, maka gambaran patungnya sudah ada di dalam pikirannya.

Yang diperlukan adalah menggali terus dalam bongkahan batu tersebut sampai mencapai bentuk patung yang ada di dalamnya.

Dia tidak memikirkan bongkahan bongkahan kecil yang terlempar terkena alat pahatnya.

Di meniup dan membersihkan serpihan serpihan kecil tersebut dan membuangnya.

Jika kita ingin membuat menemukan masterpiece hidup kita, maka sebaiknya kita fokus pada apa yang kita inginkan, buat bayangan apa yang kita inginkan di dalam hidup kita.

Buang hal hal kecil yang tidak kita perlukan lagi atau yang dapat menghambat pencapaian kita tersebut.

Kebanyakan kita sering gagal untuk menjadi berhasil, karena terlalu sayang pada hal yang sebenarnya menghambat jalan kita menuju cita cita kita.

Contoh paling kecil adalah ide.

Ide merupakan hal yang sangat bernilai bagi pengusaha.

Dengan memiliki ide yang baru maka mereka dapat menghasilkan lebih banyak uang atau mendapatkan peluang usaha yang baru.

Namun, bagi seorang pemula, ide adalah seperti bayi mereka, mereka akan setia kepada ide tersebut lalu, mencobanya dalam pasar, dan tetap setiap kepada ide tersebut meskipun tidak menghasilkan ide tersebut.

Di bawah ini adalah video yang sangat bagus sebagai contoh jangan jatuh cinta pada ide.

Contoh lainnya adalah, saat kita tau ada beberapa sikap kita yang tidak cocok dengan cita cita yang kita harapkan, maka hilangkanlah.

Kita tidak akan pernah berhasil saat kita tidak mengenyahkan sikap yang merugikan kita.

Dan kita akan hanya menjadi orang gagal saat kita menyimpan sikap atau pemikiran kita yang merugikan tersebut, meskipun kita tau bahwa sikap dan pemikiran tersebut tidak baik dan bahkan menghambat perkembangan kita.

Contoh yang lainnya adalah saat ada seorang bos yang tau bahwa ada karyawannya yang merugikan perusahaan atau bermalas-malasan saat bekerja dan tidak mengambil tindakan tegas meskipun dia tau hal tersebut, maka mereka tidak sedang ‘membersihkan serpihan serpihan’ yang menutupi kesuksesan usaha mereka.

Saya dapat memberikan banyak contoh lagi, tapi alangkah lebih baiknya kamu yang menemukan bukti nyata dalam kehidupan mu tentang kata bijak Michaelangelo ini.

Kamu Masih Belajar

Michaelangelo selalu menganggap dirinya adalah pelajar sejati.

Dia tidak pernah berhenti untuk mempelajari hal hal yang dia ingin pelajari.

Sebagai manusia yang hidup dalam perubahan zaman yang abadi, kita tidak dapat mengandalkan pengetahuan yang kita dapatkan setaun lalu atau bahkan sebulan yang lalu.

Selalu ada perubahan yang terjadi di sekitar kita, dan jika kita ingin menjadi orang yang sukses, maka kita harus tetap terbuka pada pengetahuan yang ada di sekitar kita.

Jika kita selalu belajar dan selalu mengaplikasikanya dalam hidup kita, maka kemungkinan besar kita akan terlihat seperti tidak punya pendirian yang tetap.

Kebanyakan orang menutup dirinya pada pengetahuan, mereka tidak ingin mempelajari hal baru.

Mereka tidak ingin terlihat seperti orang yang tidak memiliki prinsip.

Anugerah ada di tempat di mana passion, nilai dan kekuatanmu bertemu

Hidup ini sendiri adalah anugerah.

Namun bagi orang yang selalu haus akan kepuasan hidup yang sejati, tidak akan pernah mau hidup hanya untuk menemukan kematian mereka sendiri.

Mereka ingin mengisi hidup mereka dengan nilai nilai yang berarti bagi jiwa mereka dan juga membagikan nilai nilai tersebut pada orang lain, agar orang lain dapat pula merasakan kepuasan di dalam hidup ini.

Saat manusia tidak memiliki kepuasan di dalam hidup ini, mereka akan selalu lapar, haus dan kebingungan.

Orang orang yang melakukan kekeliruan dalam hidup ini seperti, mencuri, menipu, korupsi dan sebagainya adalah salah satu bentuk dari ketidak-puasan mereka dalam hidup yang mereka dijalani.

Mereka tidak keliru jika melanggar norma norma yang ada di dalam masyarakat.

Mereka hanya mencari kepuasan.

Namun mereka tidak terlalu berani untuk mencoba apa yang benar benar menjadi kepuasan dalam hidup mereka.

Mereka sudah terjebak dalam hidup mereka sendiri.

Sebagai manusia yang ingin puas, sebaiknya kita mengenali apa passion kita, apa nilai kita yang benar benar berharga untuk mendapatkan kekuatan diri dalam menjalani hidup yang kita inginkan.

Menguasai Keahlian Memerlukan Kerja Keras

“If people knew how hard I worked to get my mastery, it wouldn’t seem so wonderful at all.” ~ Michelangelo

Semua hal yang dianggap masterpiece oleh orang orang selama ini bukanlah apa apa bagi pemiliknya.

Semua yang mereka hasilkan adalah hal yang sudah layak mereka dapatkan.

Karena mereka menggunakan waktu, tenaga dan pikiran mereka lebih banyak daripada orang lain.

Mereka sudah tau akan hukum “Bekerja Keras”

Saat kita ingin mendapatkan apapun di dunia ini, hal yang terbukti mewujudkan apa yang inginkan tersebut adalah bekerja keras dan bahkan lebih keras dari pada keinginan kita tersebut.

Michaelangelo tau, bahwa siapa saja dapat membuat patung seperti dirinya, siapa pun dapat membuat lukisan seperti dirinya, bahkan mungkin lebih baik.

Yang tidak dimiliki oleh orang lain adalah mereka semua tidak memiliki sikap dan juga perasaan pentingnya bekerja keras.

Dengan bekerja keras, tidak saja akan mewujudkan apa yang kita inginkan, namun rasa kepuasan dan syukurpun akan muncul di dalam hidup kita.

Tidak ada yang lebih merugikan daripada sikap kita yang menyia-nyiakan waktu

Kehilangan sesuatu yang penting adalah kerugian bagi kita sebagai makhluk hidup.

Hal yang paling penting di dunia bagi kita adalah waktu yang terbatas ini.

Umur yang kita miliki adalah anugerah Tuhan yang tidak dapat kita dapatkan lagi saat “waktu tersebut di reset” Oleh Tuhan.

Untuk mensyukuri angerah Tuhan yang satu ini, adalah dengan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.

Kerugian akan kehilangan waktu ini adalah penyesalan.

Mungkin penyesalan adalah kerugian yang dapat kita rasakan sepanjang sisa hidup kita.

Semakin banyak penyesalan yang kita rasakan dalam hidup ini, maka semakin kecil rasa syukur yang dapat kita rasakan dan alhasil semakin sulit hidup ini kita akan rasakan.

Besarnya nilai hidup kita adalah sebesar pandangan hidup kita

Banyak sekali orang yang memiliki cita cita namun tidak dapat mencapainya.

Terlalu banyak revisi dalam perjalanan hidup mereka.

Semakin kesini, semakin kecil cita cita yang mereka miliki.

Dulunya ingin menjadi presiden, sekarang bercita cita jadi senior kasir di salah satu minimarket.

Semua nilai yang ada pada diri kita untuk memutuskan sesuatu adalah hasil dari nilai nilai yang kita miliki dalam diri kita sendiri.

Kita melihat sesuatu baik atau burukpun adalah berasal dari dalam pandangan kita pribadi.

Jika kita ingin melihat hidup yang besar maka luaskanlah pandangan kita.

Pelajari buku buku yang dapat menambah pengetahuan kita.

Baca berita atau artikel yang dapat menambah pengetahuan terkini tentang dunia.

Banyak sekali orang yang sangat kaku terhadap nilai dan prinsip hidup mereka sehingga mereka merasa bahwa mereka tidak mampu untuk menjadi orang seperti yang diinginkannya.

Orang orang tua yang oleh orang muda terlalu kaku, adalah orang tua yang tidak mau atau tidak mampu melihat perkembangan yang ada disekitar mereka.

Mereka selalu menempatkan semuanya berdasarkan nilai yang ada pada diri mereka.

Bahkan mereka memaksa untuk menerapkan nilai nilai yang mereka miliki pada anak anak mereka, sehingga alhasil tidak ada perubahan dalam pandangan hidup sang anak dan hanya menjadi mirip dengan sang orang tua.

Berikanlah kebebasan pada anak muda untuk mengekspresikan dan menemukan nilai yang dapat membangun hidup manusia.

Kita tidak tau hal besar apa yang akan diberikan oleh anak muda yang memiliki pandangan yang luas.

Damai yang kamu cari ada dalam dirimu

Semua belajar meditasi, semua belajar untuk berdoa pada sang “guru”, mereka membentuk kelompok dan belajar di satu pondok, pesraman dan sebagainya untuk menemukan kedamaian dalam kehidupan.

Namun setelah keluar dari kelompok tersebut dan kembali pada kehidupan sehari hari mereka, kedamaian yang mereka cari tidak ada dan semakin jauh.

Jika kita ingin mencari kedamaian dalam hidup, seperti saran dari Michaelangelo, temukan dalam diri kita sendiri.

Kita adalah orang yang sangat tau tentang diri kita sendiri.

Tidak ada yang lebih mengenal diri kita selain kita.

Kita tau apa yang baik dan buruk untuk kita, jika kita mau mendengarkan kata hari atau nurani.

Kata hati memang ada, jika kita melatih untuk mendengarnya.

Kita adalah makhluk sosial dan juga makhluk individual dalam waktu yang sama.

Kita dapat bersosialisasi dengan diri kita sendiri.

Mendengarkan apa yang kita inginkan, mendengarkan alasan kenapa kita berbuat sesuatu.

Mencari kedamaian bukan berarti harus sepi, tidak ada suara atau keributan, bahkan dalam kesibukan sehari hari kita dapat merasakan damai.

Sulit untuk mendeskripsikannya saat ini, karena saya hanya bisa merasakan namun belum bisa untuk menjelaskannya secara verbal atau tulisan.

Rasakanlah sendiri, dengarkan kata hatimu.

Ga usah takut, Kehidupan dan Kematian datang dari Tangan Tuhan

Dari dulu sampai sekarang, banyak sekali orang yang takut akan kematian, mungkin dalam hati yang paling dalam saya sendiri takut akan hal ini.

Karena tidak ada kepastia di dalam kematian, kecuali tidak adanya saya di dunia ini lagi.

Namun untuk menyenangkan hati saya, kata dari Michaelangelo ini sangat tepat untuk saya.

Kehidupan dan kematian adalah pemberian dari Tuhan.

Kita tidak diizinkan untuk hidup tanpa persetujuan-Nya.

Kita tidak akan pernah meninggal tanpa izin dari-Nya.

Saya merasa Tuhan tau yang terbaik untuk saya.

Jika harus mati ya mati, kalo harus hidup ya saya nikmati.

Apa pelajaran sukses dari Michelangelo yang telah kamu praktekan hingga saat ini?