Ady Ramli Gunawan
Jul 25, 2017 · 1 min read

“Lelaki jam empat subuh dan Perempuan yang meledak dalam catatan tiga tahun terakhir”

Jauh di dalam sana, yang mampu kau jarah hanya dengan kemaluanmu

Yang sedang khusyuk

Yang melebur lalu memisahkan diri dari pintu-pintu masuk

Orang-orang menyimpan gelapnya sendiri-sendiri

Kau telah memakai baju, lihatlah dunia tak seperti adanya lagi?

Apa yang tertinggal dan dilupakan

Putih dan hitam bisa saja bertemu di garis waktu

Semesta seharusnya telah takluk

Setelah tubuhku di pahat dengan kecantikanmu, ia menuntut abadi.

Lalu balutlah dengan moral dan kesalehan, di hadapan pohon khuldi, aku disebut manusia?

Sebelum aku meledakan jantungmu dengan sebuah kata

Hidup hanyalah apa yang ada di depan mata mu

Kebisingan di jalan adalah cerita tentang asal dan tujuan

Mati hanyalah gelagat dari berbagai rupa tak fana , adalah puisi yang menguburkan ciuman yang tertunda.

Adalah pengulangan yang tak berkesudahan.

    Ady Ramli Gunawan

    Written by

    Pola,waktu,manusia