Siapa Yang Hidup

Malam. Gerai kopi. Meja 15

Seseorang mengantar puisi kepadaku

Puisi tentang kidung-kidung dalam riam dan secangkir kopi yang terlambat. Atau seorang perempuan, setelah masuk melalui pintu ditangannya, ia membangun sebuah panggung dimataku. Lalu orang-orang mulai berkumpul, beranjak meninggalkan diri sendiri di meja kesunyiannya masing-masing.

Kenapa kau berdiri di luar panggung yang kau ciptakan sendiri?

Kenapa kau membiarkan tubuhmu menari tanpa lampu sorot?

Aku hanya ingin menjadi riuh di mata kau..

Pagi pun terlambat.

Kotamobagu, 23 juni 2017.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Ady Ramli Gunawan’s story.