4 Pertanyaan Supaya Tenang

“Pikiran hanyalah pikiran, bukan kenyataan.”

Cukup lama saya ahli dalam hal membuat diri saya sendiri nelangsa dengan cara mengubah pikiran yang damai nan tenang menjadi pikiran yang stress, dan bahkan mengalihkannya kepada bayangan berupa cerita-cerita yang lebih stress yang saya reka sendiri. Pastinya hanya berbekal sedikit bahkan tanpa berlandaskan kenyataan.

Di buku baru saya, Happiness Playground, saya menyebut penderitaan adalah hasil kolaborasi antara pikiran dan penyebab di luar pikiran (eksternal). Semakin pikiran dijejali sesal dan khawatir, maka masalah yang menghampiri sebagai penyebab eksternal malah semakin menguatkan penderitaan, ketidakbahagiaan.

Untuk lebih memahami tulisan ini, berikut 2 contoh kenyataan yang terjadi sebagai pikiran netral:

“Saya bertemu dengan seorang kawan hari ini sambil makan siang.”

“Saya janji bertemu dengan atasan untuk mempresentasikan gagasan.”

Setiap pikiran ini menyatakan fakta, bebas dari kandungan emosi. Tetapi menjadi berbeda cerita saat dikendalikan oleh rasa khawatir dan cemas di sekujur diri, saya mengubahnya, membayangkannya, sehingga menjadi pikiran yang stres:

“Saya akan merasa suntuk berbincang bersama kawan saat makan siang.”

“Presentasi ide saya di depan atasan akan memalukan.”

Mengalihkan setiap pikiran netral menjadi stres, dan mulai muncul cerita yang saya jalin dalam pikiran:

“Saya terlalu lama berbincang dengan kawan saya saat istirahat makan siang, tidak sesuai yang direncanakan, tetapi saya tidak memberitahunya bahwa saya harus menghentikan pembicaraan dan pergi. Lalu saya membenci diri saya sendiri karena saya takut memberitahunya.”

“Atasan saya akan beranggapan ide saya terlalu gila untuk dijalankan, dan dia akan menilai buruk kinerja saya.”

“Penderitaan ada dalam cerita yang saya jalin sendiri dalam pikiran.”

Saya ingin berbagi latihan yang bermanfaat baik, untuk latihan-latihan lebih lengkap ada di buku baru saya, Happiness Playground. Latihan ini saya kembangkan dari berbagai pengalaman saya ikut banyak sesi latihan meditasi. Salah satunya dari Byron Katie, yang memberi nama latihan berikut ini dengan “penyelidikan” atau “4 pertanyaan.”

Untuk awal mula, latihan ini membantu menyadari bahwa pikiran akan memikirkan segala sesuatu yang akan dipikirkannya. Berusaha mengendalikan pikiran yang muncul adalah usaha yang sia-sia, pertarungan yang percuma karena diri pasti kalah. Yang lebih penting untuk kita, manusia, adalah bukan apa pikiran yang muncul tetapi bagaimana kita menanggapinya. Jika dapat belajar terampil menanggapinya, kita akan lebih mampu menjaga agar pikiran stres tidak berubah wujud menjadi monster stres.

Berikut latihan 4 pertanyaan dari Byron Katie. Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan kepada diri sendiri ketika menyadari saya sedang terjerat stres:

  1. Apakah yang sedang saya pikirkan sekarang adalah kenyataan?
  2. Apakah saya benar-benar yakin bahwa yang sedang saya pikirkan sekarang adalah kenyataan?
  3. Bagaimana perasaan saya saat saya memikirkan hal itu?
  4. Saya akan menjadi seperti apa jika saya tidak memikirkan hal itu lagi?

Saya akan menerapkan latihan 4 pertanyaan di atas pada 1 contoh pikiran stres tadi. Saya akan menuliskan jawaban yang sesuai dengan saya, tetapi jika kamu ingin mencoba, tolong kamu menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan dirimu sendiri. Saya menggunakan contoh: pertemuan dengan seorang kawan sambil makan siang.

1. Apakah benar saya akan suntuk saat makan siang bertemu kawan saya?

“Ya, saya pikir, itu benar.”

2. Apakah saya benar-benar yakin bahwa itu benar, saya akan suntuk bertemu kawan saya?

“Hmmm. Saya hanya menebak, saya tidak benar-benar yakin.”

Kadang hanya dengan mengetahui bahwa saya tidak benar-benar yakin pikiran stress itu akan benar terjadi sudah cukup membuat saya berhenti dan tidak melanjutkan membayangkan cerita-cerita yang lebih stres.

3. Bagaimana perasaan saya saat ini membayangkan saya nanti makan siang bertemu kawan saya akan suntuk?

“Saya berlebihan merasa cemas untuk makan siang.”

4. Saya akan menjadi seperti apa jika saya tidak membayangkan bahwa makan siang nanti akan suntuk?

“Saya akan menjadi seseorang yang hidup di sini-kini, dengan peluang untuk menikmati hari ini secara utuh daripada tersesat dalam kecemasan mengenai sesuatu di masa depan.”

Dengan mempersilakan jawaban dari pertanyaan 4 ini meresap ke dalam diri, maka saya selalu terbantu lebih merasa tenang, karena ini mengalihkan perhatian saya pada saat ini, di sini-kini.

Latihan 4 pertanyaan dari Byron Katie ini merupakan cara sederhana yang berharga untuk semua orang. Latihan ini melegakan karena saya belajar untuk tidak harus mempercayai pikiran saya sendiri.

Dengan menerapkan seluruh inspirasi dari cerita-cerita pada ebook Sadar Penuh Hadir Utuh, maka dengan mudah kamu dapat menciptakan rasa bahagia hanya dengan diam dan melatih pikiran. HADIAH untuk kamu yang sudah baca tulisan saya ini: Download GRATIS ebook Sadar Penuh Hadir Utuh dengan klik → Latih pikiran untuk hidup bahagia

Related


Originally published at adjiesilarus.com.