Berbuat Baik untuk Hidup Bahagia

Sebagian orang percaya, bahkan sangat percaya, bahwa bersikap dan berbuat baik sudah tidak punya tempat di masa sekarang, ketika banyak orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada harus bersusah payah membantu orang lain. “Membantu diri saya sendiri saja saya kesulitan, apalagi harus membantu orang lain …”, begitu ucap salah satu kawan saya. Sementara yang lainnya juga senada, kalau bersikap baik kepada sesama takut diartikan punya sifat yang lemah, tidak tegas. Akibatnya pilihan yang diambil adalah dengan berusaha menguasai dan menekan sekejam mungkin, tanpa welas asih, supaya orang lain patuh dan mengikuti keinginannya.

Kendati demikian, saya percaya dan didukung bukti yang kuat bahwa bersikap welas asih dan berbuat baik memberikan banyak manfaat baik. Welas asih tak hanya memperbaiki budaya hidup manusia secara keseluruhan, tetapi juga mampu membantu diri secara individu. Membudidayakan lingkungan yang dipenuhi sikap dan perbuatan baik serta welas asih mempunyai daya untuk mengurangi konflik yang semakin menjadi dan mempererat hubungan nyaman dengan sesama. Kondisi ini baik untuk siapa pun.

Salah satu manfaat baik dari lingkungan yang diselimuti welas asih adalah kita lebih betah menjalani hidup. Ini jelas terasa dari ilustrasi berikut ini. Jika ada 2 pertanyaan:

1. Apakah kamu nyaman kalau sering mendengar teriakan, bentakan bahkan umpatan yang ditujukan ke dirimu, ditambah saat kamu sendiri merasa sedang jengah dengan hidupmu? Atau,

2. Apakah kamu lebih memilih kondisi yang saling berempati pada keadaan yang sedang dihadapi?

Apakah jawabanmu untuk masing-masing pertanyaan di atas?

Menciptakan lingkungan adem karena tersusun atas sikap dan perbuatan baik adalah salah satu cara baik untuk membuat kita bahagia dalam jangka waktu lama, yang juga akan meningkatkan kemampuan kita untuk berkarya.

Lingkungan yang bernafaskan welas asih mendukung kita untuk mengelola stres. Salah satu cara sederhana untuk mengurangi kadar stres adalah dengan bersosialisasi, menyapa, berkenalan, ngobrol. Daripada hanya terus mengurung diri untuk menyelesaikan pekerjaan karena tenggat waktu yang mepet dan meraih target yang tak ada batasnya. Manusia berwelas asih memberi semangat sesama untuk menambah kawan, menjalin hubungan yang baik dan sehat.

Ketika bersosialisasi, walau sejenak, selama jeda di sela kerja, kita cenderung melakukan percakapan tentang kehidupan pribadi kita masing-masing, tak selalu mengenai kejadian di kantor berkaitan pekerjaan. Berbicara perihal keluarga, anak dan hobi mulai terangkat menjadi topik dalam pembicaraan. Dan ketika saling merasa ada ikatan akrab sebagai sesama manusia, kadar stres kita menurun. Penurunan kadar stres berarti menandakan kita menjauh dari hidup yang menderita dan lebih mendekat ke hidup yang bahagia.

Interaksi sosial yang positif juga berakibat menyehatkan fisik. Sejenak ngobrol santai dengan kawan setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menurunkan detak jantung yang biasanya lebih sering berdetak kencang. Manfaat kesehatan ini membuat sistem daya tahan tubuh lebih tangguh dan mengurangi kemungkinan kita jatuh sakit. Tubuh yang sehat adalah bekal untuk hidup bahagia.

Merawat diri menjadi lebih sehat ternyata juga punya efek domino yang dapat membantu orang-orang terdekat kita, termasuk keluarga. Ketika merasa lebih sehat, kita cenderung memberi contoh dan inspirasi berupa gaya hidup sehat sehingga memberi dampak baik untuk keluarga kita. Misal, lebih memilih makan makanan yang sehat dan berolahraga setiap hari. Ketika semua anggota keluarga sehat, kita akan lebih fokus dalam berkarya, sehingga dapat menciptakan rasa bahagia.

Welas asih dan dukungan sosial telah terbukti mempunyai daya untuk mempercepat proses penyembuhan. Mengirimkan bunga kepada kawan yang baru saja melahirkan, atau membawakan makanan untuk kawan yang sedang sakit, adalah contoh-contoh sederhana perbuatan welas asih yang dapat membantu sesama lekas merasa lebih baik. Untuk membudidayakan welas asih, kita dapat saling menciptakan peluang untuk membantu satu sama lain, seperti membuat acara penggalangan dana sosial yang akan didonasikan untuk saudara-saudara yang membutuhkan.

Sementara sebagian orang takut menunjukkan welas asih karena khawatir kebaikan dan keramahtamahannya dimanfaatkan orang lain untuk menindas dirinya, kenyataan sebaliknya malah terbukti benar. Ketika kita bertingkah laku baik dan sumber tenaga kita adalah welas asih, orang-orang di sekitar kita akan tertular untuk melakukan serupa.

Perilaku baik mampu menyusup di celah-celah jalinan hubungan antar manusia. Kita punya nafsu untuk berbuat baik, bahkan berulang kali ingin kita lakukan. Setiap kita yang diperlakukan dengan baik, punya keinginan untuk meneruskan dan menularkan kebaikan itu ke sesama.

Kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri kalau kita diperlakukan dengan ramah. Akibatnya, kita berusaha menularkan perasaan nyaman ini ke orang lain. Kebahagiaan akan lebih menunjukkan jati dirinya ketika kita saling berbalas kebaikan, daripada saling bersaing dan menginjak, menunjukkan siapa yang paling berkuasa.

Kabar baiknya, setiap kita punya kuasa untuk melakukan kebaikan dan memperkenalkan welas asih di lingkungan mana pun kita berada. Beberapa langkah sederhana di suatu waktu dapat sebagai awal mula untuk melakukan suatu perubahan yang besar. Misal: menyapa dengan ramah, mengajak ngobrol santai tentang hal-hal yang tidak terlalu serius, atau sesederhana mengambilkan minuman hangat untuk seorang kawan. Perbuatan-perbuatan ini dapat menciptakan nuansa untuk sebuah lingkungan welas asih. Menunjukkan kepada sesama bahwa kita memperhatikannya, dan melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka memupuk kemampuan welas asih, merupakan sesuatu yang sederhana tetapi juga cara yang efektif untuk hidup bahagia.

Dengan menerapkan seluruh inspirasi dari cerita-cerita pada ebook Sadar Penuh Hadir Utuh, maka dengan mudah kamu dapat menciptakan rasa bahagia hanya dengan diam dan melatih pikiran. HADIAH untuk kamu yang sudah baca tulisan saya ini: Download GRATIS ebook Sadar Penuh Hadir Utuh dengan klik → Latih pikiran untuk hidup bahagia

Originally published at adjiesilarus.com.