Hanya Memperhatikan, Mengurangi Harapan

Sambil tersenyum, tanah berkata pada matahari, “terima kasih atas kehangatan sinarmu.”
Matahari tersenyum dan bertanya, “saat terguyur air hujan dari awan, mengapa kamu juga mengucapkan serupa, berterima kasih kepadanya?”
Tanah menjawab, “saya menerimamu dengan sinarmu dan awan dengan air hujannya apa adanya. Hanya menerima, mengurangi harapan.”
Seorang anak muda bertanya: “Bagaimanakah cara untuk mencintai?”
Sebuah pertanyaan yang menunjukkan ia punya keinginan untuk mencintai.
Dan rasa itu dalam takaran yang pas adalah benih kebahagiaan yang sehat.
Di mata seorang murid kehidupan, tidak ada cara mencintai yang lebih sederhana daripada memberi perhatian. Sebisa mungkin memperhatikan apapun yang terjadi saat berinteraksi dengan seseorang. Memperhatikan caranya berbicara, memperhatikan kedip matanya, memperhatikan bahasa tubuhnya, adalah contoh-contoh sederhana memberi perhatian.
Perhatian berasal dari penerimaan atas siapapun dirinya, dan mengurangi harapan-harapan yang digantungkan padanya.
Saat muncul rasa marah dan mulai menuntut, tidak perlu disangkal, hanya diperhatikan saja, dan sadari harapan apa yang berlaku sebagai penyebabnya. Lalu perlahan lepaskan ikhlas harapan itu.
“Tidak ada tanah yang marah. Semua tanah menerima apa adanya, tidak berharap apapun kepada yang memperlakukannya. Hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih.”
Originally published at adjiesilarus.com.