Sudah Cukup Baik Adanya

Padahal cantik, tapi perempuan itu tidak jadi dinikahi kawan saya. Ia beralasan sambil bercanda, “karena dia orangnya ga asik …” Selang beberapa waktu, ia menjalin hubungan yang cukup lama dengan seorang perempuan yang cantik dan orangnya asik. Saya kira ia akan mengakhiri masa lajangnya bersama perempuan ini. Tapi ternyata saya salah. Untuk kedua kalinya, ia mengurungkan niatnya untuk menikah dengan alasan, “karena dia ga mau tahu seluk beluk hobiku …”.

Mengurungkan niat untuk melangkah ke jenjang kehidupan selanjutnya juga pernah kita lakukan. Tidak hanya pernikahan, tapi juga terjadi saat memilih sekolah, memilih jurusan kuliah beserta universitasnya, memilih jenis pekerjaan dan perusahaannya, dan lain sebagainya. Kita berhati-hati memilih karena menyangkut jalan cerita kehidupan yang akan kita torehkan. Berhati-hati karena tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari.

Saya rasa kamu pernah mengalaminya. Kamu menginginkan orang-orang di sekitarmu benar-benar sesuai dengan kriteria-kriteria yang kamu buat yang ada di pikiranmu. Orang tuamu harus seperti ini, anakmu harus seperti itu. Saudaramu harus begini, temanmu harus begitu. Pasangan hidupmu atau kekasihmu juga tak terkecuali, harus bisa memenuhi syarat-syarat yang kamu tetapkan. Kalau tidak, kamu akan mengambil jarak. Seolah terasa wajar, karena dalam rangka memuaskan keinginan. Dan setiap keinginan sebisa mungkin harus diwujudkan. Apakah memang seperti itu aturan kehidupan?

Untuk kesekian kalinya, teman saya dengan muka yang penuh keseriusan, berniat menikah. Berkenalan dengan seorang perempuan asik, ia melihat parasnya yang sangat cantik, apalagi punya hobi yang sama. Gemetar badannya karena gugup setiap kali melihatnya. Ia benar-benar jatuh cinta yang berjuta rasanya dan bersedia menikahinya. Apapun akan ia lakukan supaya berdua duduk di kursi pelaminan. Tapi pernikahan pun tak kunjung terjadi seperti sebelum-sebelumnya, karena …Perempuan itu tidak mencintainya.

Kita tak akan mampu mendapatkan seseorang yang sangat sempurna sesuai dengan yang benar-benar kita inginkan. Begitulah pembelajaran yang saya dapatkan. Menuntut orang tua, anak, saudara, teman, kekasih dan pasangan hidup agar sesuai keinginan kita adalah pekerjaan yang tak berkesudahan, melelahkan. Ketika suatu waktu mereka mampu memuaskan keinginan kita, selang beberapa saat, kita tergoda untuk menuntut lagi dan lagi, dengan batas yang lebih dari sebelumnya. Terus seperti itu. Selalu saja ada alasan untuk tidak sempurna. Bahkan kita sebaiknya tidak perlu berusaha menuntut kesempurnaan, karena jika kita melakukannya, malah menghadirkan penderitaan.

Segala yang datang dan pergi dalam hidup ini;keluarga, ibu, ayah, kakak, adik, suami, istri, anak, sahabat, kawan, kekasih,setiap peristiwa, baik yang menyulut tawa maupun air mata;sudah cukup baik adanya.

Sementara rasakan manfaat baik dari tulisan ini maka silakan dibagikan sekarang.

Terima kasih.

Kuasai cara sederhana Memperbaiki dan Mempererat Hubungan Cinta

untuk menciptakan kebahagiaan bersama

dengan mudah, perlahan, dan kesadaran penuh.

Penasaran ingin ikut sekarang Sesi ‪#‎LoveOutLoud klik: Sesi Love Out Loud


Originally published at adjiesilarus.com.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Adjie Silarus’s story.