Tak Hanya Ragamu yang Hadir, tapi Juga Pikiranmu

.

Apa yang terjadi di luar kendali dan penuh tekanan. Begitu parah. Bahkan, beberapa dari kejadian itu terdiri dari tumpukan masalah yang seolah tak berkesudahan, warisan luka masa lalu, yang saya dapat dengan cara membenci teman, saudara dan diri sendiri, agar sudi mengubah diri mereka sesuai keinginan saya. Proses perlawanan itu tidak jarang membuat saya menderita, hingga meneteskan air mata. Mungkin semua orang pasti merasakan hal yang sama jika mereka ada di posisi saya. Dulu cukup sering saya mengalami situasi ini. Apa yang terjadi di luar kendali dan penuh tekanan. Lebih sial lagi, setiap peristiwa yang erat kaitannya dengan “membuka lembaran baru”, seperti pergantian tahun, tak menunjukkan perbaikan yang berarti.

Di tengah kepenatan yang melanda, entah mengapa seolah banyak tanda yang meminta saya untuk mengikuti pelatihan meditasi. Baik dari beberapa teman dan saudara yang menyarankan saya untuk ikut sesi meditasi, maupun ketidaksengajaan saya melihat buku-buku berkaitan dengan meditasi dan mengetahui kabar mengenai jadual meditasi terdekat. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti berbagai pelatihan meditasi. Disertai 1 bekal pertanyaan: Bagaimana caranya supaya saya bisa merasa bahagia?

Di setiap pelatihan meditasi, selain berlatih meditasi, ada beberapa kegiatan yang harus saya lakukan untuk mendukung proses latihan. Tetapi saat rehat tiba, saya bersama semua peserta diminta menghentikan seluruh kegiatan dan hanya duduk santai menikmati suasana. Ini adalah saat untuk berhenti, diam dalam keheningan.

Pada waktu awal saya ikut sesi meditasi, mengisi hari dengan lebih banyak duduk diam, tetapi pada bagian tanya jawab, saya pun bertanya kepada sang guru, bagaimana cara supaya bisa merasa bahagia. Tanpa ragu-ragu, sang guru berkata, “Berlatihlah hadir utuh.”

“Apa maksud guru dengan ‘berlatihlah hadir utuh’?”, saya lanjut bertanya.

“Saya belum mendapatkan impian saya, harta kekayaan belum memadai, kekuasaan belum cukup untuk mengendalikan seperti yang saya mau, banyak peristiwa berserakan yang sering membuat stres dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Apakah saya akan membiarkannya begitu saja? Apa yang guru maksud ‘berlatihlah hadir utuh’?”

Sang guru tersenyum dan menjawab lirih, ”Tak hanya ragamu yang hadir, tapi juga pikiranmu, hanya berada di saat ini, di sini-kini. Kehadiran utuh dapat menjadi semacam oase di tengah gurun yang terik,” dan dia pun membunyikan bel sebagai tanda bahwa sesi meditasi dimulai lagi.

Jawaban yang bernada sama pun terdengar ketika saya menanyakan perihal serupa pada kesempatan-kesempatan awal saya ikut berbagai sesi pelatihan meditasi.

Itulah satu-satunya cara untuk merasa bahagia. Tidak akan seketika melenyapkan masalah, tapi jika tidak demikian, masalah yang ada akan semakin membuat kita kewalahan karena kita dikeroyok juga oleh pikiran-pikiran kita sendiri mengenai kenangan masa lalu dan impian masa depan. Meditasi adalah cara sederhana berlatih hadir utuh.

Seperti kata James Baraz, “Kehadiran utuh sesederhana menyadari apapun yang terjadi saat ini, di sini-kini, tanpa mengharapkan kenyataan yang berbeda.”

Dengan menerapkan seluruh inspirasi dari cerita-cerita pada ebook Sadar Penuh Hadir Utuh, maka dengan mudah kamu dapat menciptakan rasa bahagia hanya dengan diam dan melatih pikiran. HADIAH untuk kamu yang sudah baca tulisan saya ini: Download GRATIS ebook Sadar Penuh Hadir Utuh dengan klik → Latih pikiran untuk hidup bahagia

Originally published at adjiesilarus.com.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Adjie Silarus’s story.