Review Buku : HOS Tjokroaminoto — Islam dan Sosialisme

Judul : Islam dan Sosialisme

Penulis : HOS. Tjokroaminoto

Penerbit : Sega Arsy

Tahun Terbit : 2008

Tebal : 149 Halaman

Cover : Soft Cover

Review :

Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau biasa dikenal dengan HOS. Tjokroaminoto, seorang tokoh yang sangat disegani banyak orang karena perjuagannya dalam dunia pendidikan. Ia dilahirkan di Madiun, Jawa Timur pada tanggal 16 Agustus 1882. Tjokroaminoto sangat berperan aktif dalam Organisasi Serekat Islam, organisasi yang memberi pengaruh besar dalam pergerakkan nasional dan SI juga menyumbang pemikiran-pemikiran Islamisme yang dirasa sangat relevan hingga saat ini.

HOS. Tjokroaminoto adalah seseorang yang sangat luar bisa. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya murid-murid Tjokroaminoto yang tak kalah luar biasanya, antara lain Ir. Soekarno (proklamator), Kartosuwiryo (Pendiri DI/NII), Semaoen, (Pendiri PKI), Musso, serta Allimin (Tak beberapa mereka melakukan perlawanan), serta Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau HAMKA (ulama dan Sastrawan).

Di beberapa bukunya, saya akan mereview buku dari Tjokroaminoto dengan judul Islam dan Sosialisme. Pada bukunya tersebut, Tjokro menyampai ide-ide sosialisme yang telah dikolaborasikan dengan ajarannya, yaitu Islam. Ia menyampaikan buku ini tertuju kepada Muslim khususnya anggota Serekat Islam (SI) karena di dalam buku ini mengandung doktrin agama secara pembaharuan.

Pada bab awal, Tjokro menekankan arti sosialisme yang ia maksut. Ia berpendapat bahwa sosialisme adalah saling memikul beban manusia satu dnegan manusia yang lainnya. Lawan dari sosialisme sendiri adalah invidualisme, dimana individualisme adalah penyebab hancurnya Islam secara sikap dan perilaku. Ia menjelaskan bahwa Sosialisme-Islamisme berbeda dengan sosialisme barat, contohnya sosialisme-marxisme yang mengacu pada materialisme.

Tjokro memakai dalil-dalil Al-Quran dan As-sunnah untuk menguatkan argumen-argumennya. Dalam substansi Islam dan Sosialisme ini, Tjokro memaparkan cerminan sosialisme dalam wajah Islam sendiri, seperti kedermawanan, persetaraan, persaudaraan, dan kemerdekaan.

Adapun kelebihan dan kekurangan dalam buku ini akan saya paparkan di bawah ini :

Kekurangan : Kurangnya pengartian dalam kata-kata barat; terlalu banyaknya dalil dan kurangnya inti dari dalil-dalil tersebut; dan kurangnya penggambaran latar belakang sebagai penulisan buku tersebut

Kelebihan : Mudah dipahami; dalil-dalil Islam sebagai penguat argumen dari Tjokroaminoto; tidak membosankan, seakan membuat penasaran atas pemikirannya; dan simpel.

Like what you read? Give Azhar Muhammad Hasan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.