Dari yg baik untukmu

Anonim
Anonim
Nov 7 · 2 min read

kenyataan seringkali berpihak pada apa yang kita takutan, bukan apa yang kita hindari. Perjumpaan yang telah dipersiapkan dengan baik kadangkala menghadapi kenyataan yang kejam dan sulit diterka. Ia bernama perpisahan dan kita menuduhnya sebagai pengacau rencana.

kepergian yang mendadak, perpisahan tanpa isyarat dan hal-hal yang pernah menyatu kemudian terpisah. Adakah di antara semua itu yang tidak pantas dan belum cukup?Kita berharap berjumpa dengan sesuatu yang sesuai kehendak dalam benak. Kita marah dan terus berjuang. Tanpa menyadari bahwa perjuangan sejatinya tidak tumbuh untuk memenangkan apapun. Selalu ada yang selesai sebelum berakhir.

Ketika jauh adalah jarak, kurasakan sepatuku telah menyentuh garis akhir dan kau baru saja ingin memulai tualang berbeda di lintasan terpisah. Daftar isi dalam makalah yang melawan biodata penulis. Tulisan yang melawan judulnya. Dan pemenang, jika memang itu diciptakan, hanya kurasakan sekali. Merasakan mengenangmu s e l a m a l a m a n y a tanpa jeda dan menyedihkan.Kau tahu, cinta kita selalu tumbuh dari rumah sederhana yang di dalamnya segala perabot diciptakan dari perbedaan. Aku merindukan pertengkaran kecil kita yang akan berakhir dengan jalinan layang-layang dan benang sambil berharap angin adalah pemenangnya.

Kini waktu, jarak, ruang, dan ketiadaan melatihku setiap hari sebagai penipu yang membodohi dirinya sendiri. (payah) Kulihat di meja belakang dan kuingat kau. Kemarahan demi kemarahan. Kemarahan demi kemarahan. Mungkin aku dan kau menuduh perpisahan sebagai kebebasan Nyatanya, kau adalah juga pintu yang membebaskanku dari apapun yang himpit dan pengap semoga serasa. Bukankah kita bisa saling mengobati daripada saling meracuni.
Pernahkah seseorang di antara kita, mencoba melepaskan diri dari sebuah kesalahan. Bahwa pagar itu adalah batas. Kesorakan dan segala yang riuh dari hidup ini telah melewatinya. Bahkan barangkali ada yang telah masuk hingga ke ruang tamu, merusak kesunyian, dan menyalakan lampu. Mau sampai kapan kita bersembunyi seolah olah masing” bahagia tapi tidak bahagia masih, satu hal yang harus dipahami jangan mau di perbudak ego dan keangkuhan hal semacam ini hanya akan bermuara pada siksa. panjang tapi surat ini harus selesai di sini dan aku mencintaimu. Masih dan selalu.

Pulanglah ..

    Anonim

    Written by

    Anonim

    Laman ini didedikasikan untuk sebuah wadah bualan berdasarkan pelik dan carut marutnya kehidupan. Ah terserah, sebenarnya ini adalah kegabutan asal tulis

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade