.
Dan ditengah hari yang panas sejuk,
Aku terjebak dalam hiruk pikuk,
Pikiranku penuh berkecamuk.
Dalam empat lima lamunan,
Aku melayang pada dua tiga ingatan.
Pada satu titik temu,
Aku berdiskusi dengan logikaku.
Satu laki laki yang aku tahu,
Aku mendambanya waktu itu,
Dengan diamnya yang syahdu,
Dengan candaannya yang kaku,
Atau dengan pikirannya yang melarut.
Dia jatuh cinta.
Pada seseorang disana.
Aku mengenalnya, Tapi tidak memahaminya.
Aku tidak apa dia jatuh cinta.
Hanya saja aku bertabrakan dengan logika,
Yang menolak bahwa pada dia, laki laki itu jatuh cinta.
Aku hilang,
Berusaha lupa dengan kerja.
Aku tidak bisa ternyata.
.
Dan disinilah aku.
Berakhir pilu dengan menuliskannya padamu.
Hiruk pikuk pikiranku bertemu jalan buntu.
Aku masih sibuk.
Menenangkan hatiku yang menolak tahu.
Bahwa jatuh cinta menurut dia tidak sama dengan definisiku.
Dan malam malam ini,
Hanya akan kuhabiskan sendiri.
Mencoba berdamai dengan ilusi.
Bahwa dia masih memberikan hati.
Pada perempuan tanpa pasti.
Ara.
