Manusia dan Hal-hal yang Tergesa-gesa

Semua manusia berubah menjadi mesin waktu. Mereka ingin mengalahkan dewa, menganggap segala sesuatu sebagai kertas yang tidak harus disia-siakan

Mereka bekerja dengan tergesa-gesa. Mereka berkerja, bekerja, dan bekerja. Mereka lupa dengan tanggal merah
Aku bahkan tidak mampu menjamin, Mereka masih ingat kapan terakhir ejakulasi. Aku selalu membayangkan kepala mereka dipenuhi meja-meja, komputer, dan makanan-makanan pembunuh. Mereka bekerja untuk memamerkan jas-jas hasil uang curian.

Buku adalah kitab terkotor untuk mereka sentuh, mereka menganggap buku-buku adalah pembunuh waktu. Mereka menganggap buku adalah hal yang sia-sia.

Mereka memegang kitab suci ataupun tasbih. Mereka menganggap tasbih dan kitab suci bisa menjauhkan mereka dari pertanyaan-pertanyaan sepele. Misalnya, Bagaimana Tuhan ada?
mereka menganggap pertanyaan-pertanyaan sebagai malaikat yang siap untuk membunuh mereka.

Makassar, Desember 2015