Kamu (lebih) cantik saat..

Assalamu’alaikum,

Akhir-akhir ini lagi banyak waktu senggang, jadinya lagi pingin nulis sesuatu terus biar nggak bosen hehe. The title, as you read, is all about ‘Cantik’.

Sedang cukup sering merenung soal hal ini, tapi bukan dalam artian yang negatif, hanya sedang sangat sering terkagum melihat banyak perempuan Indonesia yang ternyata dilahirkan dengan kecantikannya masing-masing. Natural, cantik baik fisik maupun intelektualitas dan perilakunya. Dengan warna kulitnya masing-masing, dan lain-lain. Kyaa keren!

Bersamaan dengan ini, sekarang banyak juga public figure Indonesia yang memutuskan untuk ‘mentransfer’ kecantikannya dengan balutan hijab, dan ada juga teman-teman yang berani memutuskan hal yang sama, yang secara otomatis menimbulkan reaksi spontan saya seperti: “Cantik banget ya Allah…..” atau, “Kenapa, ya, perempuan itu jauuuh lebih cantik kalau pakai hijab? Padahal physically, rambutnya yang cantik itu ketutup. MasyaaAllah.

Sejujurnya, agak takut dan ragu mau cerita soal hal ini, karena ini sangat sensitif, tapi saya merasa ini cukup penting untuk disampaikan ☺

Yuk Berhijab! By Felix Y. Siauw

Saat sedang searching pic. islami tentang hijab, keluarlah gambar ini. Agak serem juga sebetulnya karena ada sosok…… di gambarnya, tapi setelah dipikir-pikir…. Hmm.. make sense, ya?

Mungkin, banyak sekali di luar sana, perempuan yang ingiiiiin sekali dalam hatinya untuk berhijab, tapi masih banyak ‘tapi’ yang dipertimbangkan. Misalnya, lingkaran pertemanan, apakah mendukung? Gimana, yaa reaksi teman? atau takut karena belum ‘menghijabi’ hati. Atau alasan lain seperti takut tidak fashionable, dan lain-lainnya. I do understand these reasons. I do.

Kalau secara Islamnya sebetulnya banyak yang lebih paham soal hal ini, (aku sendiri belum dalam mendalami), yang saya tahu, (coba dibuka Al-Qur’annya surah An-Nuur 31 ☺) ini memang gak bohong, kok hehe… adalah perintah-Nya.

Nah, coba diinget-inget lagi, mungkin…. kita bisa saja ingin menunda, tapi pun Allah tak akan membocorkan pada kita, sampai kapan ya kita bisa kuat menunda hal ini disaat kita sendiri tidak tahu usia kita ini sampai kapan, apakah serangkaian ‘tapi’ ini akan hilang tanpa kita mengusahakannya? Apa sisa usia kita masih ‘banyak’ atau…..

Sama halnya seperti, rasa sakit di dalam tubuh, kita tunda untuk periksa ke dokter sampai akhirnya ternyata kita tidak tahu rasa sakit ini adalah bom waktu yang kita gak akan tahu kapan akan terakumulasi dan mendera kita.

Percaya deh, kamu jauuh lebih cantik saat berhijab. Jangan takut. Jangan menunda. Jangan ragu. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? ☺

Sulit? Ya. Pasti. Ini tantangan, harus dihadapi. (Tapi kesulitan ini biasanya, ada dalam pergolakan diri sendiri, kita yang lebih tahu cara menyelesaikannya. Lawan. Kalahkan diri sendiri! ☺)

Malu? Kyaa jangan malu.. Biarkan rambut indahmu menjadi spesial karena hanya boleh terlihat oleh keluarga, teman perempuan, dan pendampingmu yang halal saja. InsyaaAllah jadi pahala dan ‘penyelamat’ buat Papa dan Suamimu kelak saat mereka dimintai pertanggungjawaban☺

Panas? Waah gak sama sekali, kok. Kulit indahmu lebih terlindungi. Serius. Gak usah takut hitam kalau kepanasan, kan ketutup. ☺

Gerah? Nggak sama sekali, belum terbiasa saja jadi kesannya gerah ☺

Takut? Takut kurang fashionable atau takut orang yang kita sayang pergi? Hmm, satu langkah kita mendekatkan diri dengan ketentuanNya, insyaaAllah Ia berikan rezeki untuk ‘beliin’ kita jilbab hehe. Misalnya, uang buat makan di cafe-nya kita sisihkan dulu yuk beli jilbab yg 20rb-an, style hijab sekarang banyak kok yang cantik-cantik tapi syar’i. Eh atau tiba-tiba ketemu saudara jauh/temen yang buka butik hijab, terus dikasih secara cuma-cuma. Gak ada yang tahu, kan? Hehe Jangan takut ☺

Orang yang kita sayangi pergi? Apa benar mereka sayang kita kalau justru mereka melarang hal yang baik untuk kita? Membiarkan yang tak boleh terlihat, dilihat orang lain? Waah… patut dicurigai *eh hehe

Nyaman? Ya. Saaangat nyaman. Orang lain lebih menghormati kita, dan turut menjaga kita. Juga orang lain yang menyapamu akan turut mendoakan, misalnya: ‘Eh, Bu Haji.. mau kemana?’ *aamiin semoga malaikat mencatat tahun depan naik haji. Yes!* atau ‘Ciee ukhti’ *aamiin jd ukhti shalihah yang dirindukan syurga* atau ‘hai bu Ustadz’ *aamiin semoga ilmu agamanya banyak kayak bu ustadz biar kalau punya anak bisa jawab pertanyaan mereka soal Islam* ☺

Cantik? Sudah pasti. InsyaaAllah, kita akan ‘dipercantik’ dengan bantuan-Nya. Jangan takut! Coba lihat Alyssa Soebandono atau Dewi Sandra, makin cantik kan? *loh hehe☺

Takut setelah berhijab, tergoda untuk buka lagi? Soal ini, saya percaya, ini ujian yang haarus dilalu. You will pass the test just when you follow the rule.

Kalau kata temen saya, Fadhil (kalau Fadhil baca tolong dikoreksi yaa), kita ini seperti kumpulan ‘peliharaan’ di dalam sebuah lapangan luas yang dipagari, disaksikan oleh satu dzat yang mengawasi kita. Di dalamnya ada rule, ada reward, dan ada punishment (bukan karena Sang Pemelihara itu kejam, tapi ini konsekuensi atas rule yang ada).

Saat kita ingin keluar dari pagar (karena melihat keadaan di luar pagar yang bikin penasaran), kita dibiarkan lepas oleh sang ‘Pengawas’. Tapi ‘pelanggaran’ kita ini dibiarkan saja, tercatat, terakumulasi, hingga jika diilustrasikan, apa yang kita perbuat (ikut atau keluar rule), akan terbalas, tidak sekarang, tapi nanti: di akhirat.

Yuk ikuti rule-nya. Bisa kok pasti bisa!☺

Butuh bantuan? Jangan khawatir, shalihah. Ini janji Allah,

“bersama kesulitan, ada kemudahan”

Do you believe? ☺

“bersama kesulitan, ada kemudahan” > Mohon bantuan Allah. Allah pasti bantu! ☺

Nah, mungkin sekian dulu yaaa cerita saya kali ini. Mohon maaf, kalau perkataan saya ada yang menyinggung.. Masih harus banyak belajar apalagi soal-soal seperti ini. Dan kalau salah saya mohon maaf atau ternyata perkataan saya tidak sesuai dengan kenyataan, mohon diingatkan, yaa. Tapi ini jujur dari hati, kalian (perempuan muslim) cantiiiiik sekali saat berhijab. Cantik dimata saya, mata mereka, dan yang terpenting, di mata-Nya. ☺

Ayo berhijaaaaaab! Jangan ragu lagi. Jangan tunda lagi. Pastikan sisa usia kita bermanfaat. Pastikan ayah, suami, dan diri kita ‘tertolong’ oleh lembaran hijab ini. Allah selalu membuka jalan, tinggal kita yang memutuskan, menyambut atau berbalik arah ☺

Semoga Allah mengampuni segala khilaf saya. Wassalam^^