Bisakah kau bayangkan betapa sungkannya rindu ini hadir didalam hariku. Syarat melupakanmu dengan ribuan tetes air mataku, ku lakukan sesanggupku tak menghadirkanmu dalam fikiranku.

Kumohon jangan kembali, tidak mengingatmu adalah paksaan yang menyakitkan. Ku harap kau paham, perpisahan ini adalah tersakiti dengan mode slowly, lama-lama membunuh perasaanku hancur.

Dimanapun kamu berada, doaku selalu menyertai. Ku mohon baik-baik disana, aku memang tak segampang apapun merajut kata untuk mengatakan ‘ya’ untuk hal membuka hati. Ku pastikan aku baik-baik saja tanpamu, sekarang…. Dan nantinya. Ku harap begitu.

Ada banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu, namun ku rasa terkubur pula semuanya. Tak usah difikirkan, aku akan berusaha melupakan apapun yang pernah terjadi. Ku harap aku bisa, meskipun nyatanya memaksa.

Aku ingin menjelaskan rindu yang tak sampai, aku hanya bisa meneteskan air mata tanpa bisa melakukan apapun untukmu. Aku hanya berdiam, seakan-akan air mata ini juga membawa jauh pergi luka itu bersamaan dengan alirannya.

Terima kasih atas sukamu, dan dukaku. Terima kasih😃😃

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Astakara’s story.