3 Alasan Mengapa Menulis

Akhirnya setelah memertimbangkan beberapa hal untuk memilih di mana saya akan berbagi dan bercerita tentang pelajaran dan pengalaman saya dalam dunia penulisan, saya memilih Medium sebagai rumah untuk tulisan-tulisan saya.

Mengapa Medium? salah satu alasannya adalah karena Medium dibuat untuk fokus pada penulisan dan publikasi konten ketimbang utak-atik tampilan. Memang, Wordpress juga mampu untuk melakukan itu tapi saya sudah menggunakan platform tersebut untuk catatan-catatan pribadi yang tentunya akan sangat berbeda dengan tulisan yang ada di sini.

Mulanya saya juga sempat memertimbangkan LinkedIn untuk tulisan-tulisan terkait dunia profesional yang saya geluti tapi karena LinkedIn tidak terlalu fokus pada fitur-fitur menulis. Mungkin wajar bila Medium tetap menjadi pilihan pertama.

Nah, sebagai sebuah permulaan yang baru, saya berusaha untuk menjabarkan alasan-alasan mengapa saya mulai menulis.

Kita tahu, ada banyak alasan diantara para penulis tentang mengapa mereka menulis. Pun alasan-alasan tersebut bisa sangat berbeda satu dengan lainnya. Tidak terkecuali saya.

Bagi saya setidaknya terdapat tiga alasan mengapa saya harus terus produktif untuk membuat sebuah tulisan. Berikut alasan-alasannya:

  1. Menulis sebagai buah ekspresi.
    Setiap orang pasti cara berfikir dan pendirian masing-masing. Latar belakang kehidupannya pun berbeda-beda sehingga menghasilkan sifat dan karakter yang khas. Dari bentuk karakter tersebut setiap orang akan diketahui cirinya dan bagaimana dia bertingkah laku dalam merespon kegiatan sehari-hari. Itu yang kemudian disebut sebagai ekspresi diri. 
    Lalu mengapa menulis saya anggap sebagai buah ekspresi, sebab bagi saya dengan menulis saya bisa menumpahkan apa yang ingin saya sampaikan. Tidak dengan cara yang serampangan tapi dengan cara yang sedikit lebih teratur dan sistematis. Karena dalam setiap tulisan setidaknya saya dituntut untuk bisa membuat alur yang runtut.
  2. Sarana menyampaikan gagasan
    Setiap orang yang memiliki kemampuan berfikir pasti akan membuat banyak sekali kesimpulan dan sikap-sikap terhadap sesuatu. Hasil pikir tersebut dihasilkan dari proses penerimaan informasi yang setiap hari didapatkan lewat seluruh inderanya. Secara sistematis kemudian hasil pikir tersebut menjadi sebuah gagasan yang dimiliki setiap orang. 
    Bagi saya, gagasan merupakan hasil-hasil kerja otak yang harus disampaikan dalam bentuk apapun. Saya pribadi, bila tidak mampu untuk menuangkan gagasan tersebut dalam wujud konkrit seperti tulisan, akan mengalami rasa gelisah dan terkadang sakit kepala. Itu sebabnya, saya memiliki wadah-wadah khusus untuk menuangkan gagasan sesuai dengan kategorinya. Seperti catatan kehidupan, pengalaman kerja atau sekadar untuk bercuap singkat. 
    Selain itu saya pun berharap suatu ketika gagasan-gagasan saya ini akan bisa hidup melampaui umur yang terbatas. 
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah,” kata Pramoedya Ananta Toer.
  3. Membantu (baca:memaksa) saya untuk disiplin
    Kedisiplinan mungkin salah satu persoalan yang kerap menjadi nilai minus bagi saya. Itu sebabnya, melalui menulis saya dituntut untuk bisa mengerjakan sesuatu yang telah menjadi komitmen dalam tingkat disiplin yang tinggi. Saya adalah orang yang memercayai bahwa displin adalah salah satu kunci sukses. Namun karena tingkat kebiasaan yang belum terbentuk, inilah salah satu cara agar saya memaksa diri untuk displin.

Tiga alasan diatas merupakan alasan yang paling dominan yang saya rasakan tentang mengapa harus menulis. Ada beberapa alasan lain memang, tapi saya pikir tiga alasan tersebut merupakan alasan yang paling mendasar dan mungkin juga paling banyak dihadapi oleh kawan-kawan sekalian.

Tulisan-tulisan yang insyallah akan saya tulis setiap harinya ini diharapkan bisa lebih dari sekedar media untuk berekspresi, bergagasan ataupun melatih diri. Tetapi saya juga berharap lewat tulisan-tulisan di sini saya bisa turut memotivasi Anda untuk ikut menulis dan menemukan kenikmatan di dalamnya. Temukan alasan, dan mulailah untuk menulis.

Sungguh saya bukanlah seorang yang sangat jago dalam dunia penulisan, tetapi saya memutuskan untuk terus belajar dan berbagi pengalaman. Dengan begitu saya yakin kemampuan penulisan saya akan semakin berkembang dan berkualitas.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Terima kasih,
Selamat menyimak.