RASISME HISTORI INDONESIA

Dalam sejarah Indonesia, penulisan-penulisan sejarah kerap kali mengandung unsur rasisme. Dalam sejumlah film-film sejarah, tapi tak semua film sejarah, kita dapat menemui aktor antagonis dalam periode kolonialisme Belanda, yang jahat selalu adalah orang-orang kulit putih. Dalam kurun waktu 1950-1959, yang jahat selalu adalah orang-orang PKI dan golongan lain yang berafiliasi dengan PKI. Dalam kehidupan sehari-hari pun acap kali kita menemukan sejumlah orang yang melabeli etnis keturunan Tionghoa sebagai penjahat.

Mengapa kita harus serasisme itu?

Padahal jika kita membaca ulang sejarah, maka kita akan menemukan bahwa ada pula orang berkulit hitam di masa kolonial yang jahat. Dalam kurun waktu 1950-1959, bukan cuma orang PKI dan golongan lainnya yang jahat, bahkan ada yang jauh lebih jahat lagi. Sedangkan menghakimi etnis Tionghoa jahat, pencuri, dan numpang tinggal adalah sebuah kesalahan. Sebab, faktanya tidak ada suku asli Indonesia, tidak ada yang 'pribumi', sebab nenek moyang kita adalah imigran dari afrika, eropa, india, china, dan amerika yang bermigrasi ke berbagai tempat di dunia.

So, stop being racist! Belanda jahat? Faktanya kerajaan di nusantara (sebelum indonesia) juga berperang sebelum Belanda datang. PKI jahat? Apa kalian lupa dengan DI/TII dan peristiwa-peristiwa pembantaian ribuan orang di seluruh Indonesia pasca Gestapu? Etnis Tionghoa jahat? Hei ingatlah yang terjadi pasca Gestapu di mana etnis Tionghoa diperkosa, diintimidasi, serta mendapat pelecehan seksual dan kekerasan fisik dan bahkan ada pula yang dibunuh hanya karena mereka kaum minoritas!

STOP BEING RACIST! karena jahat tidaknya seseorang tidak bergantung pada suku, agama, ras, dan golongan!
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.