Kartu kredit syariah yang sesuai dengan syariat

Penggunaan kartu kredit telah banyak dikenal masyarakat luas, kemudahan pembayaran dan promo-promo yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Akan tetapi, tahukah bila sekarang beberapa bank telah menerbitkan kartu kredit syariah?.

Kartu kredit syariah ini tentunya sangat berbeda sekali dengan aplikasi kartu kredit konvensional. Kartu kredit syariah menggunakan syariat islam dalam penggunaan dan aplikasinya. Saat ini, bank Syariah telah menerbitkan kartu kredit iB atau Islamic Banking.

Seperti kartu kredit pada umumnya, kartu kredit syariah dapat digunakan untuk transaksi pembayaran dan penarikan tunai. Fasilitas dan layanan kartu kredit syariah sama dengan kartu kredit pada umumnya dengan didukung oleh master card International, kartu kredit syariah dapat digunakan diseluruh dunia yang ATM nya berlogo Master Card atau Cirrus.
Penerbitan kartu kredit syariah didasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional No.54/DSN-MUI/X/2006 mengenai Syariah Card.

Pihak-pihak yang terlibat dalam penggunaan kartu kredit syariah pun sama dengan yang konvensional, yaitu penerbit kartu, pemegang kartu dan penerima kartu. Mekanisme dan prasarana pemegang kartu kredit syariah juga sama dengan kartu kredit konvensional, yaitu melalui mesin ATM dan EDC atau Electronic Data Capture, hanya saja di dalam kartu kredit syariah terdapat akad atau perjanjian syariah yang didasarkan prinsip syariah.

Terdapat tiga jenis akad yang diberlakukan, yaitu akad kafalah, dimana penerbit kartu atau bank berperan sebagai penjamin kepada pemegang kartu terhadap merchant atas semua tagihan dari transaksi antara pemegang kartu dengan merchant atau penarikan tunai di bank atau ATM di luar bank yang menerbitkan kartu kredit tersebut.

Dari transaksi tersebut, penerbit kartu mendapatkan bayaran atau fee dari pemegang kartu. Akad qard, yaitu penerbit kartu atau bank berperan sebagai pemberi pinjaman kepada pemegang kartu melalui penarikan tunai dari bank atau ATM bank yang menerbitkan kartu. Dalam perjanjian ini, pemegang kartu tidak dikenakan bunga apabila melakukan penarikan tunai di ATM, namun akan dikenakan biaya penarikan saja, dimana besarannya tidak tergantung jumlah penarikan.

Yang terakhir adalah akad Ijarah, yaitu bank menyediakan jasa pembayaran dan pelayanan terhadap nasabah atau pemegang kartu. Pemegang kartu dikenakan biaya yang telah dinyatakan sebelumnya pada saat akad dan nilainya tetap kecuali untuk merchant fee. Pemegang kartu kredit syariah nantinya akan dikenakan biaya tahunan akad ijarah dan biaya bulanan akad kafalah.

Pada proses pengajuan kartu kredit online pun, pemegang kartu membuat pernyataan yang menerangkan bahwa penggunaan kartu kredit hanya boleh digunakan untuk transaksi yang diperbolehkan syariat islam, apabila dilanggar akan menjadi tanggungan pemegang kartu.