[OriFic] Lost and Found (Part 1: Lost)

Memangnya… sudah berapa kali harapan ini dibuat hancur berkeping-keping oleh laki-laki itu? Laki-laki yang sangat kucintai. Dulu.

Ya, aku akui. Aku sangat tergila-gila padanya, menganggap bahwa dia adalah segala-galanya bagiku. Beranggapan bahwa dia lah orang yang selama ini aku cari. Dan berharap dia takkan pernah meninggalkanku.

Tapi nyatanya? Tidak.

Dia pergi. Meninggalkanku. Bahkan tanpa berpamitan. Aku ingat pesan terakhir yang aku kirimkan padanya…

“Kau mau aku pergi, atau aku yang pergi? Aku sih bebas.”

Tak ada respon. Aku anggap jawabannya adalah ‘iya’. Baiklah, kalau begitu. Aku pergi. Dari kehidupanmu.

Berbagai pertanyaan berseliweran di kepalaku. Sebenarnya apa yang membuatnya berubah selama beberapa bulan terakhir sebelum itu terjadi? Apa yang membuatnya selalu menghindariku?

Oh, ternyata dia lebih memilih gadis lain. Dan karena itu, aku menyadari sesuatu. Bahwa aku terlalu naif.

Ya, naif. Aku selalu beranggapan bahwa dia hanya milikku seorang. Aku selalu beranggapan bahwa dia hanya melihatku. Hanya aku. Aku seorang. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Aku hanyalah sebuah ‘marionette’. Tapi aku masih punya kendali atas tubuhku ini. Aku bukan mainan yang bisa dia mainkan sesuka hati! Itulah kenapa dia lebih memilih gadis lain. Karena aku adalah ‘mainan’ yang membosankan.

Karena kejadian itu, rasa cinta yang awalnya begitu meluap-luap, pada akhirnya berubah menjadi rasa benci.

Entahlah, kenapa aku sebegitu bencinya pada laki-laki itu.

Dan karena kejadian itu juga, hati ini akhirnya beku. Tak bisa merasakan sensasi aneh itu lagi. Sensasi aneh yang orang-orang sebut ‘jatuh cinta’.

Cinta? Cinta itu sakit, ya? Tidak kok. Kalau cinta terasa menyakitkan, itu berarti hanyalah sebatas ‘cinta’. Bukan cinta yang sesungguhnya.

Lalu… akankah ada seseorang yang akan memberikan cinta yang sesungguhnya itu padaku? Akankah ada seseorang yang benar-benar aku cari selama ini?

Ah, sudahlah. Cukup. Aku tidak mau jatuh cinta lagi. Tidak… tidak sampai ada yang membuat hatiku luluh.


A/N: Sudah berapa lamaaaaa ini tulisan bersemayam di aplikasi jurnalku, wkwkwk.

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.