Let’s Get Pro With Arduino! — Chapter 3

LCD & Ultrasonic

By: Ahmad Idham T Lubis / 18214027

Yoo!!! Kembali lagi di blog saya edisi ketiga. Setelah sebelumnya berkutat dengan 7Segment, kali ini kita akan berkenalan dengan perangkat input analog yaitu sebuah sensor ultrasonik dan perangkat output yaitu Liquid Crystal Display. Sensor ultrasonik adalah sensor yang mengeluarkan serta menangkap pantulan gelombang sonar dan sering digunakan untuk membaca jarak dari benda fisik. Liquid Crystal Display (LCD) adalah perangkat elektronik yang berfungsi untuk menampilkan data menggunakan media kristal cair. LCD sudah menjadi benda yang tidak asing bagi kehidupan kita. Layar dan monitor pada zaman sekarang sudah menggunakan LCD sebagai teknologi penampilan gambar. LCD sangat membantu interaksi manusia dengan komputer.

Sensor Ultrasonik
LCD Display

Tugas ketiga kami adalah menerjemahkan data fisik menjadi data digital dan harus dapat dimengerti oleh manusia. Untuk itu kami menggunakan sensor ultrasonik sebagai penangkap jarak benda terhadap perangkat dan LCD untuk menampilkan data tersebut. Dikarenakan keunikan struktur LCD, perlu digunakan library khusus untuk menggunakan LCD pada Arduino. Arduino telah memiliki library khusus untuk LCD yang bernama “LiquidCrystal.h”. Keunikan lain dari LCD adalah perlunya perangkat khusus untuk mengatur keterangan dan kontrasi tampilan. Karena dibutuhkannya pengatur yang dapat memberikan nilai yang stabil untuk suatu nilai analog tertentu, kami menggunakan potensiometer sebagai pengaturnya.

Potensiometer

Selengkapnya, langsung saja kita masuk ke bagian percobaan!

Alat dan bahan yang akan digunakan adalah:

· 1 buah Arduino UNO

· 1 buah Breadboard

· 1 buah LCD

· 1 buah Potensiometer

· 1 buah Sensor Ultrasonik

· Kabel Jumper Male2Male secukupnya


Source Code

#include <LiquidCrystal.h> // Load Liquid Crystal Library
LiquidCrystal LCD(10, 9, 5, 4, 3, 2); // Create Liquid Crystal Object called LCD

// Digital pin
int trigPin = 6; // Sensor Trip pin connected to Arduino pin 6
int echoPin = 7; // Sensor Echo pin connected to Arduino pin 7
int lcdBL = 11;

// Variables declare
float distance; // Distance of object

void setup() {
 
 Serial.begin(9600);
 pinMode(trigPin, OUTPUT);
 pinMode(echoPin, INPUT);
 pinMode(lcdBL, OUTPUT);
 LCD.begin(16,2); //Tell Arduino to start your 16 column 2 row LCD
 analogWrite(lcdBL, 0);
 LCD.setCursor(0,0); //Set LCD cursor to upper left corner, column 0, row 0
 LCD.print(“Distance :”); //Print Message on First Row
}
 
void loop() {

// Set the trigger
 digitalWrite(trigPin, LOW);
 delayMicroseconds(5);

// Start measurement
 digitalWrite(trigPin, HIGH);
 delayMicroseconds(5);
 digitalWrite(trigPin, LOW);
 
 // Acquire data and convert it to meters
 distance = pulseIn(echoPin,HIGH); // data acquisition
 distance = (distance * 0.0001657); // data converstion

LCD.setCursor(0,1); //Set cursor to first column of second row
 LCD.print(“ “); //Print blanks to clear the row
 LCD.setCursor(0,1); //Set Cursor again to first column of second row

Serial.println(distance);

analogWrite(lcdBL, 2);
 
 LCD.print(distance * 100); //Print measured distance
 LCD.print(“ cm”); //Print your units.
 delay(500); //pause to let things settle
}

Hasil akhir rangkaian

Kendala utama dari percobaan ini ada dua. Yang pertama adalah menemukan potensiometer yang sesuai sebagai kalibrasi LCD serta menemukan konfigurasi rangkaian yang paling sederhana agar LCD dan Ultrasonik bekerja dengan baik. Yang kedua adalah membentuk algoritma dan struktur data sistem yang efisien dan optimal agar performa perangkat sistem juga ikut optimal.

Nah sekian petualangan ketiga ini, terima kasih atas kedatangannya! Sampai nanti di petualangan selanjutnya dan jangan lupa bersyukur!

Video hasil percobaan
Like what you read? Give Ahmad Idham T Lubis a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.