[Faktanya mencari jati diri tak semudah yang dibayangkan]

Mungkin pendapat “biarkanlah saja mengalir” pernah benar dan ada benarnya.

Membiarkan semua mengalir, terjadi, dan kita tinggal menjalani.

Tapi mungkin pendapat itu bisa jadi salah, dan ada kondisi dimana ia benar2 salah, tetapi “pendapat” seringkali tak bisa disalahkan, hanya tinggal bagaimana kita menyikapinya.

/Membiarkan semua mengalir/ pada dasarnya sesuatu yang mengalir pasti seperti aliran yang terkadang dengan tenangnya namun terkadang dengan begitu derasnya.

Hanya membiarkan dan menjalaninya, sering membuat kita tak tau arah/ tak tau bagaimana menyikapi, bagaimana kita harus berbuat jika kondisi aliran tenang kemudian berubah menjadi aliran deras.

Hal ini penting bagi kita untuk menemukan jati diri, dan menjadikan jati diri itu sebagai pegangan kita menjalani kebidupan.

Kita mungkin seringkali membiarkan semuanya berjalan sesuai dengan kondisi yang ada, tapi kita juga ingat, kita punya pegangan, dimana pegangan ini menjadi setir penggerak kondisi dan bagaimana kita ke depannya.

Tapi faktanya, menemukan jati diri tak semudah yang dibayangkan.

Seperti mencari peta untuk menemukan jalan pulang, dan kita sedang dalam perjalanan pulang itu.

Yang mana yang harus kita fokuskan duluan? Apakah mencari peta (jati diri) atau perjalan pulang?

  1. Ketika kita fokus pada kedua hal tersebut, mungkin tidak akan maksimal di keduanya.
  2. Ketika kita fokus pada perjalanan pulang, mungkin kita seperti pendapat di atas “membiarkan semuanya mengalir saja”.
  3. Dan ketika kita fokus pada pencarian peta, kita tidak pernah tau seberapa lama perjalanan pulang itu dan bagaimana kondisi jalanan pulang itu, bisa jadi 5m di depan adalah lubang yang tanpa peta kita tak dapat melihatnya, tapi karena kita terlalu fokus pada peta, kita lupa, kita masuk dalam lubang, mengakhiri perjalan pulang, tanpa adanya pegangan (peta: jati diri).

Semua ini subjektif. Tergantung masing2 individu memaknainya.

Sebagai seorang penulis, yang masih berproses menemukan jati diri, dan berada pada perjalanan pulang menggap bahwa sejatinya mencari jati diri (peta) adalah tahapan awal dari perjalanan pulang. Bukan bagian yang terpisahkan.

Untuk itu merasalah santai dengan 3 poin di atas. Keoptimalan bisa dicapai karena semuanya adalah bagian dari proses perjalanan pulang. Keep survival. InshaAllah semua akan baik-baik saja.

Surabaya, 19 Oktober 2017

Danis Mandasari

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.