Kondisi Online Marketing di Indonesia Saat ini…Kacau

TL-DR; Dunia online marketing di negara kita sekarang masih dipenuhi oleh orang-orang yang tidak beretika. Kita juga tidak punya komunitas online yang bisa mewadahi online marketer Indonesia yang profesional.


Saya sudah berkecimpung di dunia online marketing sejak sekitar 2008–2009. Tapi sebagian besar saya habiskan di komunitas internasional dan memasarkan sesuatu dalam Bahasa Inggris.

Sampai bulan Desember 2014 kemarin.

Akhir Desember saya mulai mengembangkan website (blog) pertama saya yang khusus menargetkan orang-orang Indonesia yaitu PanduanIM.

Dari sini tentunya mau tak mau saya berkecimpung ke dunia pemasaran online di Indonesia.

Untuk meluruskan dulu, di Indonesia ini online marketing (internet marketing) bagi para profesional sering digabung dengan istilah digital marketing. Digital marketing pada dasarna mencakup pemasaran (periklanan) di TV, seluler, radio, termasuk juga internet. Jadi internet marketing atau online marketing merupakan cabang dari digital marketing.

Yang ingin saya bahas disini hanya online marketing-nya.


Tidak beretika

Bicara tentang online marketing, salah satu channel yang paling populer yaitu SEO (Search Engine Optimization).

SEO dibagi menjadi 2 berdasarkan teknik-teknik yang digunakan.

  1. White Hat SEO: teknik SEO yang “bersih”, sesuai dengan aturan yang diterapkan oleh mesin pencari, dan tidak merugikan orang lain.
  2. Black Hat SEO: bertentangan 180 derajat dengan dengan White Hat SEO. Biasanya isinya terkait dengan spamming.

Black Hat SEO dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan penghasilan secara online tanpa harus membuat website yang berkualitas dan membantu orang lain.

Seperti jalan pintas.. tapi bukan jalan pintas yang sopan.

Teknik Black Hat membawa resiko yang besar karena lambat laun website kita pasti akan kena hukuman.

Kalau di luar negeri, orang-orang yang membangun bisnis secara serius untuk jangka panjang pasti menghindari teknik tersebut. Karena tentunya mereka tidak mau bisnisnya mati seketika, ya kan?

Tapi di Indonesia, bahkan beberapa startup online yang ambisius pun menggunakan teknik ini.

Bulan lalu saya ngobrol dengan ahli SEO dari beberapa startup Indonesia, dan ternyata memang ada beberapa dari mereka yang menggunakan teknik Black Hat supaya cepat dikenal oleh masyarakat umum.

Teknik ini merugikan banyak orang. Sebab ketika website-website yang tidak berkualitas mendapatkan posisi tinggi di hasil pencarian Google, maka orang yang mencari informasi akan mendapatkan informasi yang tidak berkualitas.

Disamping itu, karena Black Hat itu spam maka pastinya ada website-website milik orang lain yang kita gunakan sebagai korban spam kita.

Tapi bukan hanya SEO.

Affiliate/CPA Marketer di negara kita ini juga demikian.

Lihat saja salah teknik yang dilakukan oleh marketer yang mempromosikan aplikasi mobile dari Tokopedia berikut.

Memanfaatkan berita duka dari Olga Syahputra untuk mendapatkan uang

Iklan ini bukan dibuat oleh Tokopedia sendiri melainkan ulah dari CPA Marketer yang tentunya bukan orang dalam dari Tokopedia.

Anak kecil juga tahu, tidak ada hubungannya antara melihat video wasiat dengan men-download aplikasi marketplace. Marketer yang membuat desain iklan ini dengan sengaja menipu orang lain dengan tujuan mendapatkan uang.

Bukan cuma Tokopedia korbannya. Kalau anda pengguna Android dan sering browsing di HP, pasti pernah melihat notifikasi seperti ini minimal sekali:

Notifikasi virus palsu.

Upaya seperti ini merugikan kedua pihak.

Pen-download aplikasi merasa dirugikan karena tertipu. Perusahaan pemilik aplikasinya pun mendapat citra buruk karena banyak yang menyangka teknik pemasaran ini dilakukan oleh mereka sendiri.

Masih baaaanyak lagi yang seperti ini.

Coba saja anda jalan-jalan ke situs Indonesia. Pasti akan ketemu iklan-iklan yang tidak senonoh.

“Pembesar anu”, “Pil kuat”, “Pemuas diri”, dan lain sebagainya.

Padahal di luar negeri yang justru pahamnya lebih “terbuka” untuk urusan seperti ini justru kita tidak menemukan iklan-iklan tidak senonoh di website yang normal.

Tidak hanya iklan. Situs-situs forum pun dipenuhi oleh spam.

Saking banyaknya spam, admin & moderator di forum besar seperti Kaskus dan IDWS pun sekarang ini memilih tidak ambil pusing. Dibiarkan begitu saja.

Makanya berbagai sub-forum di kedua situs tadi isinya 90% spam tentang “peluang bisnis 1M dalam seminggu”, atau “MMM” (yang katanya Manusia Membantu Manusia, padahal Manusia Menipu Manusia).


Tidak ada komunitas (online) bagi marketer

Ada sih.

Tapi komunitas marketing yang ada sekarang pembahasannya, ya itu tadi, tidak beretika.

Ambil contoh salah satu komunitas online marketing terbesar di Indonesia, Ads.id. Salah satu sub-forum terbesar di komunitas ini membahas tentang SEO. Masalahnya, sebagian besar (atau malah semua) member disini tergila-gila dengan teknik Black Hat tadi.

Makanya itu mungkin para praktisi SEO di Indonesia jadi tidak beretika. Karena tempat belajarnya sendiri mengajarkan yang tidak benar.

Bagaimana dengan forum lainnya?

Kaskus punya sub-forum The Online Business. Tapi disini orang-orangnya berdiskusi tentang MMM dan “blog becek”.

Blog becek itu istilah mereka buat blog-blog yang isinya konten dewasa. Katanya sih blog tipe becek ini mudah dapat pengunjung banyak, kemudian dipasangi iklan = penghasilan $$$.

Ilmu online marketing super becek

Oh ya, di Kaskus ada forum Ilmu Marketing. Tapi isinya juga sebagian besar spam.

Kalau di luar negeri, komunitas online untuk online marketer ada banyak.. dan isinya juga berkualitas.

Beberapa contoh:

  1. Inbound.org
  2. GrowthHackers.com
  3. SubReddit Marketing, Web Marketing, & Startup
  4. HackerNews
  5. Quora (situs tanya jawab, tapi banyak konten marketingnya)
  6. Forum: WarriorForum, WickedFire, BlackHatWorld, AffiliateFix

Komunitas internasional memang sudah banyak, tapi karena orang Indonesia banyak yang tidak mengerti Bahasa Inggris jadi sebagian besar pelaku online marketing masih berasal dari situs-situs Indonesia sendiri.

Selain itu karena ilmu marketing dari luar tidak bisa diterapkan 100% di Indonesia maka dengan adanya komunitas lokal, kita bisa berdiskusi dengan orang lain untuk menyesuaikan ilmu dari komunitas luar dengan budaya Indonesia.

Maka dari itu peran komunitas sangat-sangat penting dalam perkembangan industri online marketing di Indonesia.

(Mudah-mudahan kedepannya ada yang berinisiatif membuat situs komunitas online marketing di Indonesia)


Penutup

Alasan-alasan di atas inilah yang mendorong saya untuk membuat situs PanduanIM.com, supaya orang Indonesia yang ingin belajar punya akses menuju ilmu online marketing berbahasa Indonesia yang disesuaikan terhadap kondisi Indonesia.

Maka dari itulah berbagai panduan yang saya buat selalu mengedepankan etika dan menghindari teknik yang tidak beretika.

Beberapa di antaranya:

  1. Panduan belajar SEO untuk pemula, Panduan keyword research, Teknik SEO praktis, dan SEO untuk Toko Online
  2. Membuat blog yang sukses, membuat konten yang populer, dan mempromosikan konten
  3. Strategi content marketing untuk bisnis

Tapi tentunya situs ini masih jauh dari kata sempurna.

Terakhir, kita butuh komunitas online yang profesional.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.