Asing
Semua tawa sementara itu, wajah-wajah tawa yang buatku asing. Menghirup keinginanku untuk tetap pergi ke tempat ini besok.
Aku asing dalam keramaian. Lelah dalam hiruk pikuk. Kusut dalam kesenangan pasar dan muak dalam romansa printilan.
Aku ingin pulang berada dalam pikiranku, berjalan sendiri di remang jalan dengan lampu berukir di kedua sisinya. Kupu-kupu mungkin akan hinggap di pundakku, atau jika beruntung akan kudapat burung hantu.
Aku ingin pulang mendengarkan lagu-lagu, mengambil waktu dan ruang sendiri. Mengusir sejenak tumpahan tinta dari kanvas hariku. Aku ingin malam tempatku menuliskan tinta perak tentang sinar bulan. Menulis tulisan tentang musik dan film dan kamu. Kemudian perlahan lahan mengembalikan kemauan untuk hidup
