DewaD
DewaD
May 12 · 2 min read

Bulan 2/24: Umur

Lalu bertambah tua bukan lagi perayaan.

Bukan lagi pertambahan akses,

Pertambahan jarak eksplorasi,

Pertambahan pengakuan,

Pertambahan ukuran,

Kebahagiaan,

Ataupun tinggi.

Bertambah umur tidak lagi sudi kurayakan.

Yang bertambah hanya umur, satu tahun lebih dekat ke kematian.

Aku seharusnya sudah terbiasa dengan kerja keras. Seharusnya tidak lagi mudah lelah, mudah patah, mudah berhenti. Sayangnya entah mengapa hidup selalu berhasil menipu. Aku rasa tubuhku perlahan-lahan membusuk, terlepas dari investasi padanya. Sudah kusediakan makanan sehat, olahraga teratur, cukup tidur bahkan hiburan, namun ia tetap saja merengek bising.

Misalnya, kudapati gusiku selalu berdarah tiap saat aku menyikat gigi. Sudah kuganti sikat gigiku dengan yang paling halus dan pasta gigi dengan yang paling tidak korosif, namun tidak juga hilang. Sudah kubawa ke dokter, namun tidak ada pertanda penyakit apapun.

Misalnya lagi, kudapati diriku terbangun dengan suara berdenging di telinga yang menetap. Sudah kuminimalkan paparan suara ke telingaku, namun itu tetap disana selama aku membuka mata. Sudah kubawa ke dokter, namun tidak ada kelainan.

Aku tidak mengerti apa yang dimau tubuhku sendiri. Sempurnapun tidak, namun tuntutannya banyak sekali. Anjuran dokter mengatakan kalau “tuntutan” tubuhku itu disebabkan oleh stres.

“Stres?”

“STRES?

“BARU SEGINI SUDAH STRES?”

Aku lebih dari paham kalau aku adalah manusia super priviledged yang sanggup kuliah S2 di salah satu dari sepuluh kota termahal di dunia tanpa perlu menanti beasiswa. Akupun sudah terbiasa bekerja di bawah tekanan tanpa begitu banyak tempat berbagi. Seharusnya aku tidak lemah begini. Berhenti berlari hanya karena “stres” tidak pernah terpikir olehku. Tidak juga aku pantas mendapatkannya. Ada miliaran orang yang memiliki hidup lebih sulit dariku, namun mereka tidak menyerah. Tubuh mereka tidak bawel dan manja. Lalu kenapa tubuhku?

Kenapa, setelah lebih dari 20 tahun tidak berhenti, berpikir bahwa depresi dan stres adalah penyakit orang lemah, aku malah harus minum anti-depresan untuk meringankan suara-suara di telingaku?

Aku kenapa.

DewaD

Written by

DewaD

ॐ | let the day i give up be the day i stopped writing.