DewaD
DewaD
Jan 23, 2017 · 1 min read

Dunia Sempurna

Hari berlalu sekedip bersama harapan yang sudah dikubur sejak dulu-dulu.

Terasa sudah saling kenal sejak lama, padahal baru kenal. Seperti de javu.

Aku terus memandangimu dari spion, bingung memilih untuk menghayati antara dua — sederet lampu jalan di depan atau tanganmu yang memegang bahuku.

Jalan mendadak menjadi rumah. Tempat membakar waktu, lemak dan menimbun lirik. Bergulinglah kamu sepulang ini ya, biar kedua gulingmu jadi saksi anak sulung yang bahagia.

Sekarang harap yang dikubur malah tumbuh, mengubah kuburan jadi taman plumeria (?), atau melati saja biar awam. Mungkin tambahan begonia atau caliandra. Suka-suka saja terserah asal suatu saat kamu datang, bunganya siap berguguran menimpamu.

Serba salah jadinya ya bahagia ini.

Iya memang serba salah,

Mungkin nanti, di dunia lain yang sempurna. Aku bisa jadi rumahmu yang tetap tinggal.

DewaD

Written by

DewaD

ॐ | let the day i give up be the day i stopped writing.