Kita ini
Kita ini orang malam. Kita bersandar pada samudra, lumpur, cangkir dan gesekan kursi.
Kita ini sembilan. Kita selalu kurang satu untuk genap. Berangan bahwa kosong bisa diisi, senyap bisa dicari. Bingung butuh ramai atau sepi.
Kita ini malam. Kita bergumam pada gelap tentang tekad. Menyumpal perut kosong dengan asa dan cinta. Bersemangat sendiri, lelah sendiri, matipun jua. Terlalu sibuk menghias panggung tanpa makhluk peduli.
Kita ini kereta. Kita mau tak mau maju selama batu bara dipompa. Walau jelaga menusuk, pilihannya hanya maju, atau mengubur diri dalam bumi menyumpal telinga agar tuli,
Dan memejam.
Memejam!
Agar —
Tidak bisa.
Pikiran kita terlalu bising memikirkan apa yang bahkan tak lagi kita lihat, rasa dan dengar.
Lalu aku pikir kita harus jadi api. Berkobar pantang mundur hingga akhirnya habis jadi sisa nama.
/rasa?
