Kopi Dingin

DewaD
DewaD
Nov 12, 2016 · 1 min read

Malam ini kopi manis terasa pahit
30 derajat kuukur panasnya -kurang kerjaan memang- tapi aku penasaran. Sebab ia begitu dingin, begitu pahit.

— — — —

Dalam tiap pertandingan kau hanya akan punya satu momen. Satu detik untuk mulai berakselerasi sejak bendera diangkat. 2 detik untuk menstabilkan langkah. Selebihnya adalah tekad. Dalam satu detik krusial itu dipertaruhkan semua hasil latihanmu. Tiap keringat yang terasa asin di bibirmu, tiap getar tenggorakanmu dari hausnya jerih payah. Tiap langkah yang terasa lambat, dan tiap orang yang sudah berlari lebih jauh terhitung dari sudut mata, adalah jelmaan setan yang menggerogoti ulu hatimu. Membuatmu bertanya, apa yang salah?

Kopi pahit itu kini terasa hambar di tenggorokan. Setegak demi setegak kuminum seperti orang kehausan. Mungkin iya, haus akan pengakuan.

Kau boleh saja telah merasa berlatih sebaik mungkin. Boleh saja berusaha mendorong semua orang dalam timmu sekuat mungkin untuk menang. Tapi jika hasilnya nihil, siapa yang salah?

Mungkin,

Tidak ada

Kau hanya mendorong mereka terlalu keras

DewaD

Written by

DewaD

ॐ | let the day i give up be the day i stopped writing.