DewaD
DewaD
Dec 31, 2016 · 1 min read

Menyalahkan Prasangka

Kata prasangkaku nanti, di ujung jalan, kita akan dipisahkan mimpi masing-masing

Tidak lama

Puluhan kali terbitnya matahari

Ratusan lembar essay

Ribuan nama binatang

Dan jutaan kaleng kopi lagi.

Kenapa kupikir begitu? Tidak tau, padahal waktu sehari bersamamu tidak terasa. Modal bagus untuk seumur hidup. Supaya tau-tau sudah mati saja.

Pasti salah prasangka

Dia memang jahat

Dia berbisik, “cie cinta monyet”

Apapula itu cinta monyet, kalau “cinta Homo sapiens” aku terima.

Lalu lagi, “visioner sedikitlah, waktu gelut sisa 1 tahun setengah lagi. Yakin mau menunda kecewa?”

Iya,

Tidak.

Tidak mau kuterima kenyataan itu.

Biarlah nanti jalan bercabang, sibuk mengejar mimpi masing-masing dulu. Kalau nanti jalan itu berpotongan lagi, berarti harus segera disahkan

Kalau tidak-pun, itu pasti salah prasangka.

Tidak mau tau.

Pokoknya kita jodoh.

DewaD

Written by

DewaD

ॐ | let the day i give up be the day i stopped writing.