DewaD
DewaD
Dec 20, 2016 · 1 min read

Pulang

Pulang membuatku berpikir lebih banyak, tentang hal remeh temeh, tentang diriku sendiri.

Pulang berarti mawas diri. Membandingkan diri kemarin dan hari ini. Apa yang berubah?

Pulang berarti mengalunkan gugurnya daun sepanjang sabuk hijau di bawah kanopi dua pohon. Pulang berarti meniti setiap coran aspal berdebu. Pulang berarti menebak-nebak kemana tikungan selanjutnya mengarah. Rumah, harapku.

Duduklah kau di kursiku sekarang. Kursi gelap tanpa ruang kaki. Menikmati momentum inersia mobil yang mengangguk tiap injakan rem. Kau tiba di lampu merah. Di kananmu adalah penjual vitamin sachet, seorang anak berjaket tudung oranye. Melambai ke arahmu tersenyum dengan pipi tirus kurang makan. Apa menurutmu di pernah makan vitaminnya sendiri?

Betapa hidup adalah sebuah tebak-tebakan dengan takdir, itupun kalau kau percaya. Lanjut petak umpet dengan nasib dan berkejaran dengan tangan Yang Kuasa. Sosok imajiner itu kini bertanya,

“Apa yang sudah kudapat?”

“Apa yang kaudapat cukup? Apakah berarti?”

“Apa yang sedang kau lakukan dengan hidupmu?”

Sial. Aku benci pertanyaan terakhir. Semua pertanyaan itu sebenarnya. Tiap kubaca aku merasa ada nafas endusan motivator di tengkukku, dan dia berkumis.

Bila benang nyawamu ditarik ke depan dan belakang, kau akan punya dua pilihan. Menanyakan pertanyaan-pertanyaan pertama, atau menanyakan,

“Apa yang sudah kau berikan pada orang lain?”

Lalu putuskanlah, mana yang penting bagimu. Memberi atau menerima?

DewaD

Written by

DewaD

ॐ | let the day i give up be the day i stopped writing.