Dec 2, 2016 · 1 min read
Sederhana
Bagaimana kalau kita membangun rumah yang sederhana? Sesederhana aku, kamu, dan kopi latte hangat di malam yang dingin. Kita duduk berhadapan di meja kayu coklat bundar yang mengkilap. Kita duduk sama tinggi. Menghirup mimpi yang terbagi sama. Aku sibuk dengan puisiku dan kamu dengan cerpenmu
Akan kulirik matamu dalam-dalam, mencari inspirasi. Saat kau menoleh balik, akan kutundukan kepala, seperti anak kecil yang sedang mendamba.
Dalam tundukku nanti, aku berjanji akan kubuatkan puisi-puisi sederhana untukmu. Agar kita menjadi sederhana. Saling mencintai dengan sederhana.
