Takut-takut Rindu
Pagi hujan, angin berhembus
Burung hinggap tapi bukan punyaku
Dudukku sendiri di tepi bersama sapu
Di pinggir kandang ayam bau jagung
Padahal jagung tidak bau
***
Kalau rindu berarti cinta, pikirku, tapi tidak juga
Kalau cinta berarti harus bersama, tapi tidak juga
Kalau tidak juga berarti iya
Ah salah
Kalau tidak juga berarti ada musababnya
Dipikir juga kalau semua tersembunyi pada “harus”, maka kecewa akan ada di wajah semua orang
Kata orang -yang lebih lama sendiri daripada yang dinasehatinya- kalau dua orang bersama, bisa meningkatkan kekhawatiran dan cemburu dan harapan dan curiga dan tuntutan dan kuberi tau, perasaan-perasaan itu seperti tusuk gigi dalam daging ayam tulang lunak. Makan enak-enak tapi akhirnya kecolongan juga.
“Lalu bagaimana awan dan matahari menyatu?”
Yha
Tidak, tidak akan pernah.
Begitu juga dengan bulan dan matahari,
Atau raja lautan dan ratu pelangi.
Tidak tau juga, tidak ada rindu yang mudah, tidak juga ada yang pasti, tapi perasaan kita pasti.
Jadi akan kutitipkan rasa terbungkus kapsul waktu dalam peti mati pada setapak hidup. Kemudian biarlah kita berjalan tanpa menutupi ataupun ikatan. Nanti jika keadaan berubah, mungkin yang menang adalah kapsul waktu. Mudah-mudahan.
Atau malah peti mati
Yha
Bagaimanapun
Dicintaimu seperti ini,
Membuatku ingin muda selamanya.
