DewaD
DewaD
Dec 26, 2016 · 1 min read

Takut-takut Rindu

Pagi hujan, angin berhembus

Burung hinggap tapi bukan punyaku

Dudukku sendiri di tepi bersama sapu

Di pinggir kandang ayam bau jagung

Padahal jagung tidak bau

***

Kalau rindu berarti cinta, pikirku, tapi tidak juga

Kalau cinta berarti harus bersama, tapi tidak juga

Kalau tidak juga berarti iya

Ah salah

Kalau tidak juga berarti ada musababnya

Dipikir juga kalau semua tersembunyi pada “harus”, maka kecewa akan ada di wajah semua orang

Kata orang -yang lebih lama sendiri daripada yang dinasehatinya- kalau dua orang bersama, bisa meningkatkan kekhawatiran dan cemburu dan harapan dan curiga dan tuntutan dan kuberi tau, perasaan-perasaan itu seperti tusuk gigi dalam daging ayam tulang lunak. Makan enak-enak tapi akhirnya kecolongan juga.

“Lalu bagaimana awan dan matahari menyatu?”

Yha

Tidak, tidak akan pernah.

Begitu juga dengan bulan dan matahari,

Atau raja lautan dan ratu pelangi.

Tidak tau juga, tidak ada rindu yang mudah, tidak juga ada yang pasti, tapi perasaan kita pasti.

Jadi akan kutitipkan rasa terbungkus kapsul waktu dalam peti mati pada setapak hidup. Kemudian biarlah kita berjalan tanpa menutupi ataupun ikatan. Nanti jika keadaan berubah, mungkin yang menang adalah kapsul waktu. Mudah-mudahan.

Atau malah peti mati

Yha

Bagaimanapun

Dicintaimu seperti ini,

Membuatku ingin muda selamanya.

DewaD

Written by

DewaD

ॐ | let the day i give up be the day i stopped writing.