DewaD
DewaD
Dec 9, 2016 · 1 min read

Termos

Hari ini kutemukan ia terpajang di etalase toko barang antik. Sebuah termos berwarna kuning yang tampaknya cukup profesional untukmu. Jauh sejak dulu ingin kupilihkan hadiah paling istimewa. Bukan sekedar pajangan, tapi benda yang akan selalu kau bawa kemana-mana

Termos itu sempurna. Berwarna kuning mengilap diselingi ukiran metalik sangar, gemuk karena ruang hampa sebagai insulator, tutup yang berbunyi “flob” dengan “b” kembung saat dibuka dan ada saringan. Aku tidak tau apa gunanya saringan yang terintegrasi dalam tutup termos itu. Mungkin hanya untuk mengingatkan betapa profesionalnya ia. Dia berdiri tegak dengan dasar silinder agak melengkung eksotik, tegak menantang siapapun yang lewat. Ah cantik sekali.

Termos profesional itu sekali lagi menunjukan kualitasnya. Price tag yang disematkan pada termos itu bukan lagi berwarna hitam, namun tertulis berwarna merah dengan bold, italic dan underline pada latar belakang hitam gemerlap. 6 digit warna merah itu seakan menertawakan aku yang buru-buru mengusap muka mawas diri kalau harganya sejumlah satu minggu jatah makan. Tak pernah kusesali kalau aku miskin, baru sekali dua kali saja, tidak rutin.

Sayang sekali. Hadiah terbaik untuk orang terbaik ternyata harus ditunda. Duh maaf ya mungkin hadiahnya tidak hari ini. Nanti pasti kubelikan jika perut besok tidak lagi makan nasi.

DewaD

Written by

DewaD

ॐ | let the day i give up be the day i stopped writing.