Hijrah Memang Mudah, Namun Istiqomah Tidak Semudah Membalik Telapak Tangan

HIJRAH merupakan suatu proses untuk menjadi diri yang lebih baik, proses yang begitu indah, Hijrah adalah tentang bagaimana merangkak, berjalan lalu akhirnya berlari menuju ridhaNya. Bukan seberapa cepat, tapi seberapa kuat ia bertahan.

ISTIQOMAH, inilah fase yang tersulit, memang benar ada fase dimana rasa ingin tau, ingin berubah, ingin dekat dengan-Nya itu luntur, ada saat dimana semangat itu lambat laun memudar, terkalahkan dengan hal yang lebih memuaskan hati. Sulit memang untuk meluruskan niat yang kadang bercabang, berliku, yang tidak selalu lurus, memang tidak mudah untuk berjuang untuk tetap tegak dalam arus yang berbeda di zaman yang sedang berkembang.

Tak ada yang bisa merubah seseorang pun, kecuali atas keamauannya sendiri dengan izin Allah. Jika pada masa ‘perubahan’ kau hanya butuh berjalan lambat-lambat. Maka ketika kau menjaga perubahan itu, kau harus memeluknya erat-erat. Agar tak ada satupun dari perubahanmu yang akhirnya lepas satu-satu dan megembalikanmu ke masa lalu.

Istiqomah adalah bagaimana kau mampu bertahan di tengah cacian yang pasti akan kau dapatkan. Jika pertahananmu kaut, kau tak goyah. Berubah itu memang sulit, Tapi kita akan tahu bagaimana sulitnya menjaga “perubahan” itu setelah kau benar-benar berubah.

tak perlu takut untuk berubah sendirian. Sebab amal perbuatanmu juga dihisab masing-masing tak mungkin bergerombol. Bukan benar demikian?

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.