Mahasiswa Baru Jangan Asal Aktif !
Satu hal yang bikin kuliah asyik dibanding sekolah adalah kebebasan. Kebebasan untuk ikut apa aja (tanpa harus jadi pengurus OSIS dulu) dan juga karena banyak dari mahasiswa tinggal di kost, mobilitas diri makin leluasa dan memungkinkan kita untuk jalan - jalan tanpa harus menunggu izin orang tua. Nah karena kuliah itu juga salah satu cara mempersiapkan masa depan (re: kerja/usaha) maka coba manfaatkan kegiatan kamu agar punya manfaat yang maksimal untuk pengembangan dirimu.
Kuncinya adalah : pengembangan diri. Pengembangan diri itu nggak diukur dari kamu udah punya posisi apa di kampus (syukur kalau dapat, kalau ga ya gpp). Ga bisa kamu diukur dari berapa kali jadi ketua suatu organisasi atau ketua pelaksana acara ini itu karena pada kenyataannya banyak juga kok yang jadi ketua tapi sifatnya masih kekanak-kanakan, dan tidak dewasa baik secara ilmu atau secara pribadi. (More on this later) But No! Pokoknya bukan dari pangkat, yang harus kamu ukur adalah skill dan profesionalitas yang kamu bandingkan dengan kamu yang dulu.
Skill itu keahlian yang mampu kamu lakukan, kampus itu bukan cuma sarana untuk mengembangkan bakat yang udah ada tapi juga untuk belajar hal-hal baru. Di awal — awal (biasanya acara malam akrab angkatan/jurusan) gabunglah ke panitia yang sesuai dengan keahlianmu dulu agar tidak terlalu membebani, tapi di beberapa kepanitiaan selanjutnya carilah divisi yang menantang (kalau biasanya kamu masuk divisi perlengkapan/logistik coba — coba lah sesekali masuk materi atau protokol dan sebaliknya) ini bertujuan untuk mencari hal-hal di luar zona nyaman kamu siapa tahu sebenarnya kamu punya kemampuan lain yang jarang terasah sebelumnya. Nah untuk bentuk acara, saran saya jangan asal pilih dan asal masuk ke berbagai panitia karena selain melelahkan juga bisa menjengkelkan ketika semua orang minta kehadiran kita di saat yang berdekatan apalagi kalau bersamaan imbasnya bisa ke nilai kamu yang menurun tajam.
Side note : coba fokus ke acara yang kontennya cocok dengan tujuan kuliahmu (kalau ga suka acara akademis ya ga usah ikut, kalau memang mau jadi aktor atau performer gabunglah ke grup Sastra&Teater atau Kabaret)
Pengembangan diri adalah kedewasaan kamu sebagai orang yang beranjak dewasa, apakah kamu terlalu kaku dan susah bergaul? Mungkin kamu bisa coba masuk kabaret (seperti saya hehe) atau kalau kau malas — malasan akan lebih enak kalau kamu belajar disiplin dan mikir cepar di klub debat atau Resimen Mahasiswa. Enaknya sih kalau ambil yang berlawanan begini di awal-awal semester 1 atau 2 sehingga kamu bisa berubah lebih cepat (karena proses mendewasakan diri itu lama) atau biar ada kesempatan keluar karena kamu nggak di dalam komunitas itu untuk waktu yang lama. Buat gue sarana pengembangan diri paling tepat itu magang, iya magang jadi asdos misalnya atau di perpustakaan karena kamu dituntut untuk jadi lebih baik lebih cepat (gue jg ga terlalu pintar dan ga selalu benar kalau kerja) tapi rasanya kerja sm dosen sm kerja bareng teman itu beda banget dan worth it untuk dimasukin di CV buay ngelamar kerja.
Mungkin di bagian akhir gue cuma bisa bilang selalu ikuti tujuan kuliah kamu, jangan pernah bilang “belum tahu nih jadi apa nanti abis wisuda” karena akan susah ngembangin diri kamu kalau tujuan kamu aja kamu ga tahu, oh ya ga semua skill harus kamu kuasai ! Kamu ga perlu (atau tepatnya ga mungkin) jadi orang yg sempurna dan bisa semua hal dari ngedit foto dan poster sampai ngebantu penelitian dosen sembari jadi ketua acara mahasiswa dan merangkap ketua himpunan mahasiswa dengan titel anggota BEM. Yang penting adalah kamu punya skill yang sesuai di dunia kerja nanti. Plis banget jangan ngasal juga karena senior pun ga akan suka sama mahasiswa baru yang kebanyakan acara, ini karena kamu jadi nggak fokus sama kerjaan kamu, terlalu banyak kepanitiaan di awal juga bisa bikin kesempatan yang datang ke kamu berkurang karena kamu dianggap terlalu sibuk untuk terima kerjaan baru yang mungkin lebih bergengsi hehe.
Btw kalau kamu mau punya posisi yang bagus..jadilah orang yang gampang diajak bekerja sama dan asyik..cantik/ganteng itu plus poin tapi kebanyakan senior kalau memilih bawahan selain dari kecakapan juga dari kecakepan dan keasikan anaknya hehe. Menurut gue nggak salah juga kok sistem yang begini toh ini masih di kampus dan masih perlu lah yang namanya “Dope” dan kekeluargaan, hehe.