Bingung-bingung

‘Orang Asing’ berbicara tentang kisah seorang bingung yang sebenarnya tidak bingung. Meursault, nama lelaki itu, dianggap sebagai sosok manusia aneh. Dia menjalani dan memaknai peristiwa hidupnya dengan begitu datar, dan nyaris tanpa perasaan.

Albert Camus menggambarkan orang ini hidup dalam keterasingan. Dari segala jenis laku hidup yang diderapinya. Dari peristiwa-peristiwa keseharian yang mencengkeraminya. Namun, laki-laki ini sejatinya tidak asing. Tidak bingung. Tidak absurd (jika kita ingin menyilangperkarakan roman itu dengan absurdisme and tetek-bengek bla…bla…bla seputarnya).

Dalam tuturan-tuturan dengan dirinya sendiri, dia punya alasan dan pendapat yang dia sendiri paham maknanya. Hanya dia yang mengerti dirinya sendiri. Meursault juga seyogianya membuka diri untuk orang lain. Berkomunikasi. Menyampaikan pikiran-pikirannya. Sehingga ketika bagi orang lain, pria Aljazair itu tampak asing, aneh, dan bingung, sebaliknya, bagi dirinya, orang lain juga malah asing, aneh, dan membingungkan. Meursault telah menjadi dirinya sendiri. Dan, dengan menjadi diri sendiri, dia secara tak langsung membongkar segala kemapanan tata hidup yang diyakini masyarakat banyak.

Tapi tetap saja, dia memang ‘bodok’. Lihat saja bagian akhir narasinya. Jadi, apakah dia ini bingung atau tidak bingung, asing atau tidak asing, absurd atau tidak absurd? Sekarang, saya sendiri yang malah bingung.

Orang Asing di Sebuah Perangkat Keras
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Elvan De Porres’s story.