Smell so good.

Ini hanya sebuah penggalan kejadian yang mungkin hanya berduarasi kurang lebih dua menit, namun selalu berputar dalam ingatan.

Saat kau duduk dengan sedikit menyandarkan tubuh (yang mungkin) letih itu, dan aku bersiap untuk pergi. Aku membereskan beberapa jurnal yang letaknya sangat dekat dengan lengannya. Dan harum dari tubuh itu semerbak tercium oleh hidung mungil dan membawanya menuju otak untuk ditelaah lebih dalam. Tapi aku bergegas meninggalkannya.

Dibawah terik perjalanan terbesit “Aku menyukai harum tubuhnya, andai aku bisa menemaninya atau hanya lebih lama bersamanya”. Astaga fikiran apa ini, kubiarkan perasaan aneh terbakar panasnya matahari siang ini.