Enie Citra
Jul 21, 2017 · 1 min read

pagi ini indah sekali, tepat hari sabtu ketika orang-orang akan memulai istirahat weekend.

Sayangnya pagi ini aku tak menghirup udara segar, dadaku sesak, sakit sekali bahkan untuk membetulkan posisi tidur. Ku raih telepon genggam lalu menghubungimu. Tak ada jawaban di ujung sana, dan aku sadar itu semakin membuat kondisi ku sakit.

Sejak malam badan tidak bersahabat sama seperti hati ini. Resah entah untuk apa. Mungkin pekerjaan seminggu belakangan sangat menumpuk? Mungkin juga karena aku berharap ada kau disini.

Aku telah membiarkan tubuhku lelah dengan aktivitas aku juga membuat fikiranku lelah karena telah mengijinkanmu menari nari dalam benakku.

Aku ingin kembali pulih.

Aku butuh istirahat, bed time. Dan (tak tau) membutuhkanmu, atau lebih baik aku bertahan saja dengan tidak mencarimu.

)
    Enie Citra

    Written by

    go follow @Eniecitra at instagram

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade