Saya sempat berfikir bahwa dengan memegang janji, kamu dapat kembali tanpa penjelasan apapun.

Ternyata menepati janji tidak semudah memejamkan mata, alih-alih menepati, janji semakin usang dan kemudian terlewatkan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.